expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 28 Januari 2015

Mainan Baik untuk Anak

Mainan baik untuk Anak
Pernahkah menyadari, ada yang namanya ‘bermain’, ‘mainan’, ‘permainan’? hayo apa bedanya? Bukan hanya dari sisi bahasa indonesia aja nih.
Bermain (play) adalah kegiatannya, ketika anak memainkan sesuatu. Contoh anak bermain mainan lilin malam dan membuat beberapa bentuk. Mainan (toy) adalah alatnya, barang-barang yang dimainkan. Contohnya si lilin malam tadi. Bisa berupa benda apapun sih. Permainan (game), aktivitas yang diciptakan untuk bermain, biasanya sih mengandung kompetisi dan aturan-aturan tertentu, misalnya permainan petak-umpet.
Anak suka membanting/merusak sesuatu?
Mungkin ia sedang bermain ‘menghancurkan’. Ini mungkin menyebalkan orang tua, tapi ada manfaatnya! Manfaat ‘menghancurkan’ adalah anak belajar bahwa ia mampu mengendalikan lingkungannya, bukan hanya diatur orangtua saja. Dengan menghancurkan mainan, anak tahu bahwa tidak ada yang abadi, tapi walaupun hancur, sesuatu bisa dibuat kembali, bahkan lebh baik. Tentu saja ini jika orangtua membantu anak, perbaiki yang dihancurkan. Dengan menghancurkan, anak melampiaskan ketegangan/stresnya, sehingga tak rugikan kesehatan mentalnya. Oleh karena itu, kalau tidak ingin benda-benda penting juga rusak gara-gara anak ‘menghancurkan’, sebaiknya sembunyikan barang-barang itu supaya tidak jadi mainan. Saya selalu senang menganjurkan anak balita bermain aktif bertujuan, yang gunakan seluruh lengan dan kaki. Bikin sehat & pinter lho! Agar manfaat optimal, mainan juga harus sesuai dengan tingkat perkembangan. Biasanya di kemasan ada label usianya. Sesuaikan dengan usia anak. Sebetulnya kalau dibilang ‘tingkat perkembangan’, kita nggak Cuma ngobrolin usia sih, ada banyak hal lain. Kapan-kapan deh kita obrolin komplit. Sederhananya, mainan untuk anak lebih kecil harus lebih sederhana, sementara untuk anak besar semakin kompleks/rumit, tantangan disesuaikan.
Berikut ini adalah beberapa contoh mainan untuk tingkatkan bermacam aspek tumbuh kembangnya. Contoh-contoh disini adalah mainan non elektronik ya. Saya bahas berikut ini manfaat mainan untuk tiap aspek perkembangan, apa contohnya, juga gimana biar memainkannya jadi lebih bermanfaat.
1.      Mainan bermanfaat untuk FISIK, tingkat koordinasi motorik kasar (gunakan lengan & kaki) & halus (gunakan jari), dasar segala kecerdasan. Mainan motorik kasar, misalnya perosotan, ayunan, papan titian, dll. Mainan motorik halus, misalnya lilin malam, tali + manik-manik, puzzle, biji-bijian, dll. Supaya mainan lebih bermanfaat buat fisik, ciptakan permainan seperti lempar-tangkap, jalan/lari/lompat ke tempat tertentu, guling-guling, panjat-panjat, dll.
2.      Mainan bermanfaat untuk perkembangan KOGNITIF, konsentrasi, kenal, bentuk/warna/angka, kreativitas, pemecahan masalah, dll. Mainan untuk perkembangan kognitif, misalnya huruf-hurufan, puzzle angka, lego, balok berbagai bentuk, kartu memory game, mainan papan, timbangan, dll. Yang dimaksud mainan papan/beard game itu mainan seperti ular tangga, catur, monopoli, ludo, halma, dll. Tingkatkan strategi thinking. Supaya mainan lebih bermanfaat untuk perkembangan kognitif, buat anak berpikis. Misalnya mana yang lebih besar/kecil, duluan/belakangan, apa bedanya, dll.
3.      Mainan bermanfaat untuk perkembangan BAHASA, tambah kosa kata, struktur kalimat, kelancaran bicara, kelancaran ekspresi lewat bahasa, dll. Mainan untuk perkembangan bahasa, misalnya boneka, mainan pura-pura (dapur-dapuran, gelas-gelas kecil untuk tamu, alat dokter-dokteran, dll), kartu-kartu huruf/kata, dll. Supaya mainan lebih bermanfaat untuk perkembangan bahasa, anak bisa diajak bicara bergantian sambil bermain. Berikan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab anak.
4.      Mainan bermanfaat untuk perkembangan EMOSI: kenali lepaskan-kendalikan emosi positif & negatif, tingkatkan PD, kemandirian, ketekunan, dll. Mainan untuk perkembangan emosi misalnya boneka jari, boneka/robot berbagai tokoh, bongkar pasang, mainan-mainan fisik untuk lepaskan emosi, dll. Supaya mainan lebh bermanfaat untuk perkembangan emosi, seimbangkan antara anak bermain sendiri dan bermain bersama orang lain, jangan paksa belajar.
5.      Mainan bermanfaat untuk perkembangan SOSIAL: belajar berinteraksi, sopan santun, negosiasi, persuasi, membaca emosi teman, memotivasi, dll. Mainan untuk perkembangan sosial, misalnya permainan-permainan papan atau mainan apapun yang dimainkan dengan orang lain (anak lain/orangtua). Supaya mainan lebih bermanfaat untuk perkembangan sosial, maka orangtua bisa dampingi ketika anak hadapi masalah dengan teman, tapi gak bantu total. Contohnya ketika bertengkar rebutan mainan, orang tua bisa tanya ini tadi siaya yang pegang pertama, kenapa kok direbut, adakah mainan lain, dll.
Mainan yang aman seperti apa?
Tentu beda untuk tiap usia. Secara umum, untuk anak kecil, mainan kudu cukup besar (tidak bisa masuk mulut terlalu dalam), cat tidak mudah luntur, tidak ada bagian-bagian yang mudah lepas. Contoh mainan bahaya buat 0-2 tahun: lego/balok kecil, lilin malam, tongkatnya balon (mudah lepas, jika dimainkan bisa kena mata, kalau masuk mulut bisa dalam), kereta bertali (talinya bisa sandung anak).

Mainan edukatif sesuai usia yuk.
Singkat saja ya. Untuk 0-6 bulan carikan boneka lembut hitam putih, bunyi-bunyian. Mainan untuk 6-12 bulan carikan kaca yang pantulkan bayangannya, boneka lembut, warna-warni, bola besar, lorong-lorong untuk merangkak, gigit-gigitan, dll. Mainan untuk 1 tahun, misalnya pinggiran tembok untuk belajar jalan, boneka binatang, bola mainan-mainan untuk dibanting/lempar & gigit (butuh banget tuh, hehhehe). Mainan untuk 2-3 tahun , misalnya sepeda roda, mobil-mobilan yang bisa dinaiki, finger paint, ayunan, perosotan, guling-gulingan, mainan-mainan untuk dibanting & lempar. Mainan 4-6 tahun, misalnya puzzle, menjahit, meronce, menara, maze/labirin, buku-buku, ayunan, sepeda, balok, bentuk-bentuk geometri, lego, lilin malam, dll. Mainan 7-9 tahun, misalnya sepeda roda 2, bola segala ukuran, kelerang, lompat tali, lego/ balok kecil, menganyam, gunting-tempel, dll. Inget nih, supaya mainan betul-betul bermanfaat, maka yang penting orangtua harus ciptakan permainan-permainan kreatif. Berikut beberapa contoh kreatif bermain,
1)      Mobil-mobilan, coba ajak anak melewati garis-garis ubin (hanya berjalan di garis), anak bisa paham bahwa mobil tidak bisa belok dengan patah 900.
2)      Boneka/robot, ajak anak mengemukakan pikiran/perasaannya, misalnya boneka A ungkapkan ketidaksukaan karena robot B rebut mainannya.
3)      Boneka/robot, ajak anak menyelesaikan masalah antara boneka A & robot B itu, agar anak mendapat referensi cara selesaikan konflik 2 pihak.
4)      Lilin malam, dari bentuk silinder & bulat, coba gabungkan jadi bentuk-bentuk binatang/makanan/mainan lagi, tidak usah pakai cetakan.
5)      Bola bisa dibentuk dari lilin malam, robekan kertas koran, tisu digulungm dll. Lempar, tangkap, gelinding, sentil, tiup, tendang, warnai.
Jadi nggak ada lagi harusnya keluhan anak ‘kurang mainan’ kalau orangtuanya bisa kreatif ciptakan permainan. Anak bisa bermain asyik dech. Semoga tulisan ini berguna, bisa jadi pedoman buat cari mainan. Selamat bermain!



Sumber: @AnnaSurtiNina

Tidak ada komentar:

Posting Komentar