expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 17 April 2014

Bimbingan dan Konseling Perkawinan : Latar Belakang Diperlukannya Bimbingan Dan Konseling Perkawinan



Latar Belakang Diperlukannya Bimbingan Dan Konseling Perkawinan
Ada beberapa hal yang melatar-belakangi diperlukannya bimbingan dan konseling perkawinan, yaitu :
1.      Masalah Perbedaan Individual
Masing-masing individu berbeda satu dengan yang lainnya. Masing-masing individu mempunyai kemampuan untuk berpikir, namun bagaimana kualitas berpikirnya satu dengan yang lain akan berbeda-beda. Di dalam menghadapi masalah, bagaimana cara individu mencari pemecahannya, masing-masing individu juga mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Ada yang dapat memecahkan dengan cepat, tetapi yang lain dengan lambat, sedangkan yang lain lagi mungkin tidak dapat memecahkan masalah tersebut. Bagi individu yang tidak dapat memecahkan masalah yang dihadapinya, maka membutuhkan bantuan orang lain atau bimbingan konseling untuk ikut memikirkan dan memecahkan masalah tersebut.
2.      Masalah Kebutuhan Individu
Manusia merupakan makhluk hidup yang mempunyai kebutuhan-kebutuhan tertentu. Tingkah laku individu itu merupakan cara untuk memenuhi kebutuhannya, maka dapat dikemukakan bahwa perkawinan juga merupakan suatu usaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam diri individu yang bersangkutan.aa dalam hal perkawinan kadang-kadang justru sering individu tidak tahu harus bertindak bagaimana. Dalam hal seperti ini maka individu yang bersangkutan membutuhkan orang lain atau membutuhkan bimbingan dan konseling yang berperan membantu mengarahkan ataupun memberikan pandangan individu yang bersangkutan.
3.      Masalah Perkembangan Individu
Dalam mengarungi perkembangan, kadang-kadang individu mengalami hal-hal yang tidak dapat dimengerti oleh individu yang bersangkutan khususnya dalam hubungan antara pria dan wanita. Akibat dari keadaan ini dapat menimbulkan berbagai macam kesulitan yang menimpa diri individu yang bersangkutan. Karena itu untuk menghindarkan diri dari hal-hal yang tidak diinginkan itu perlu bantuan oranglain atau bimbingan dan konseling untuk pengarahannya.
4.      Masalah Latar Belakang Sosio-Kultural
Bagi individu yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan baik, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannya, dibutuhkan bimbingan dan konseling.

Rabu, 05 Maret 2014

Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran di Patuk, GunungKidul


Tepatnya tanggal 23 Februari 2014, pukul 09.00 perjalanan ke GunungKidul tepatnya ke Gunung Api Purba dimulai dari Wonosari, Klaten. Untuk menuju ke Gunung Api Purba sebenarnya kita tak tau jalannya. Dan hanya berbekal rute dari teman, maka kita putuskan lewat Prambanan yang sebenarnya "ngalang/semakin jauh", tapi itu jalan yang cukup kami tau dari pada jalan lainnya. Rutenya : Wonosari, Klaten -> Klaten sampai di Prambanan -> Pasar Prambanan -> Piyungan -> BukitBintang -> Patuk -> Nglanggeran. Cuaca hari ini sangat cerah sekali. Kita sampai di Nglanggeran sekitar pukul 10:30 yang disambut para pemuda yang sibuk mengatur parkir. Dan sepertinya hari ini banyak yang berkunjung dan bertepatan dengan hari minggu juga. Sikap ramah para pengelola sudah membuat kita nyaman dan kitapun membayar retribusi sebesar  5000 rupiah per orang sudah untuk pendakian pagi – siang sedangkan untuk pendakian malam kita dikenakan cash 7000 rupiah.




Dan tanpa persiapan apapun kita langsung menuju pintu masuk Gunung Api Purba. Sebelum masuk tiket kami di cek dulu dan dilubangi oleh petugas yang ramah senyum. Sebelum mendaki kita akan di suguhi oleh sebuah pendopo kecil dan papan informasi (ini penting karena di seni terdapat jalur pendakian atau yang disebut peta (Dora The Explorer ...mana peta peta peta) serta beberapa penjelasan, so mampir sejenak untuk membaca). Ternyata di GAP ini juga ada spot untuk panjat tebing. Hal yang menarik di GAP inilah adalah papan petunjuk arah/papan peringatan yang cukup mengelitik hati aku. Dari sayang pacar ya sayang alam juga atau apa aku lupa, cemudhuzt ea kakak dkk dan yang terpenting berapa titik penting terdapat kantong/ tempat sampah. Nah ini menujukan bahwa pengelola sangat memperhatikan SAPTA PESONA cuma sayangnya pengunjung sepertinya sebagian besar kurang sadar akan sampah tersebut.



Nah belum seberapa kita mendaki, kita sudah di kagetkan dengan beberapa track yang ...(duh lewat mana neh, duh piye carane munggah ) dan beberapa spot yang bisa membuat decak kagum akan ciptaan Allah.  Dan TARAAA kita harus melewati sebuah batu yang berhimpitan yang seperti terowongan tapi menuju keatas dan di atas terowongan ada sebuah batu yang kesangkut.  Ternyata kita sampai POS 1 setelah melewati terowongan itu. Dan barulah ingat ternyata kita tidak membawa bekal sama sekali dan airputih pun tidak membawa. Sempat membuat kita putus asa untuk tidak melanjutkan perjalanan kita ke puncak karena waktu itu panas sangat menyengat dan bekal logistik tak ada, setetes airpun tak kita bawa. Tapi karena perjuangan kita jauh-jauh dari Klaten masak gak capai puncak kan gak banget. Akhirnya kita putuskan lanjut perjalanan. Dan menuju ke Pos 2. Dari pos 2 – 4 ini tracking GAP mulai bervariasi dengan melewati hutan, ngalas a.k.a kebon (bahasa jawa) atau gunung dengan batuan.












Setelah sampai di Puncak Gunung Api Purba kita duduk termenung mengumpulkan sisa-sisa tenaga yang terkuras dan tanpa bekal. Dirasa tenaga sudah mulai terkumpul, selanjutnya adalah sesi foto-foto, narsis dech dimulai.. (hehhehe)












Mataharipun telah berada diatas kepala, panas pun mulai menyengat dan kita putuskan untuk turun dan muncullah pertanyaan “Kuatkah kita sampai bawah dalam keadaan tanpa bekal dan belum sarapan??. Dan hanya keyakinan yang diaminilah, kita lanjutkan perjalanan turun. Akhirnya kita sampai di sebuah pertigaan dengan papan petunjuk (PUNCAK – SUMBER AIR COMBERAN –TURUN).Sebelumnya kita sempat mampir ke Sumber Air COMBERAN, tapi gak jadi karena medannya terlalu sulit. Dan kita turun tidak menggunakan jalan yang tadi digunakan untuk naik, dengan alasan cari pengalaman yang lain dan berharap lebih cepat sampai bawah. (Biasa udach capek banget, naik tanpa bekal, ingin cepat-cepat dapat amunisi.. hehe)..









Dan setelah sampai bawah, tempat yang pertama kita tuju adalah penjual minuman. Maklum lah muncak gunung tanpa bekal apapun airpun tidak,dan karena kita STRONG.. hehhe.. akhirnya selamat juga sampai bawah..hehhe







Setelah istirahat beberapa saat, lanjutlah kita ke Embung yang letaknya tidak jauh dari Gunung Api Purba. Embung Nglanggeran ini di tarik retribusi sebesar 3000 rupiah. Setelah parkirkami lanjut untuk naik ke embung karena embungnya emang berada di atas. Jadi ceritanya embung yang sekarang ada ini adalah dulunya gunung yang dipotong dan di lubangi sedalam 3 meter untuk menampung mata air yang kayaknya dari sumber air Comberan (soalnya lupa tanya airnya dari mana, cuma tanya asal mula embung tsb). Rasa capek ketika naik ke embung ini terobati dengan pemandangan yang mendukung. Kabut yang dari tadi tak pudar membuat suasana embung serasa kolam di disebuah gunung (lah kan emang bener di gunung –-“). Sayangnya gak boleh nyebur dan di embung ini. Embung ini meiliki latar belakang GAP yang cantik banget. Tak lupa juga disana foto-foto alias narsis..,,




Dan ada 1 foto yang tak disengaja ... hehhe
 Dan tak selang seminggu, tepatnya tanggal 27 Februari 2014 saya kembali berkunjung ke Gunung Api Purba dan Embung Nglanggeran. Dan suatu hari nanti, saya pasti akan berkunjung kembali.. hehhehe...


Ayyooww temen-temen..,, mari nyusul kemari.. hehhe :)