expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 30 Januari 2014

Pendekatan Psikologi Konseling



Pendekatan Psikologi Konseling
Ikhtisar model-model konseling dan psikoterapi kontemporer
Psikoanalitik
·         Figur Utama : Freud
·         Figur-figur lain: Jung, Adler, Sullivan, Rank, Fromm, Horney, Erikson
·         Secara historis merupakan sistem psikoterapi pertama
·         Psikoanalisis adalah suatu teori kepribadian, sistem filsafat, dan metode psikoterapi
Eksistensial-Humanistik
·         Figur-figur Utama : May, Maslow, Frankl, Jourard
·         Kekuatan ketiga dalam psikologi ini dikembangkan sebagai reaksi melawan psikoanalisis dan behaviorisme yang dianggap tidak berlaku adil dalam mempelajari manusia
Client-Centered
·         Pendiri : Carl Rogers
·         Semula adalah pendekatan nondirektif yang dikembangkan pada tahun 1940-an sebagai reaksi melawan pendekatan psikoanalitik.
·         Berdasarkan pada pandangan subjektif atas pengalaman manusia, terapi client-centered menaruh kepercayaan dan meminta tanggung jawab yang lebih besar kepada klien dalam menangani masalah-masalah.
Gestalt
·         Pendiri : Fritz Perls
·         Sebagian besar merupakan terapi eksperintial yang menekankan kesadaran dan integrasi, yang muncul sebagai reaksi melawan terapi analitik, serta mengintegrasikan fungsi jiwa dan badan
Analisis Transaksional
·         Pendiri : Eric Berne
·         Suatu model terapi kotemporer yang cenderung ke arah aspek-aspek kognitif dan behavioral, dan dirancang untuk membantu orang-orang dalam mengevaluasi putusan-putusan yang telah dibuatnya menurut kelayakan sekarang.
Tingkah Laku
·         Tokoh-tokoh utama : Wolpe, Eysenck, Larus, Salter
·         Suatu model terapi yang merupakan penerapan prinsip-prinsip belajar pada penyelesaian gangguan-gangguan tingkah laku yang spesifik.
·         Hasil-hasilnya merupakan bahan bagi eksperimentasi lebih lanjut.
·         Terapi tingkah laku secara sinambung berada dalam proses penyempurnaan.
Rasional Emotif
·         Pendiri : Albert Ellis
·         Suatu model terapi yang sangat didaktik, berorientasi kognitif tindakan, serta menekankan peran pemikiran dan sistem-sistem kepercayaan sebagai akar masalah-masalah pribadi
Realitas
·         Pendiri : William Glasser
·         Suatu model terapi yang dikembangkan sebagai reaksi melawan terapi konvensional.
·         Terapi realitas adalah terapi jangka pendek yang berfokus pada saat sekarang, menekankan kekuatan pribadi, dan pada dasarnya merupakan jalan dimana para klien bisa belajar tingkah laku yang lebih realistikdan karenanya bisa nebcapai keberhasilan.

Filsafat-Filsafat Dasar
Psikoanalitik
·         Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini.
·         Motif-motif dan konflik-konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang.
·         Kekuatan-kekuatan irasional kuat, orang didorong oleh dorongan-dorongan seksual dan agresif.
·         Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang dipresi.
Eksistensial-Humanistik
·         Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, bebas memilih untuk menentuksn nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai unsur dasar, pencarian makna yang unik di dalam dunia yang tak bermakna, berada sendirian dan berada dalam hubungan dengan orang lain, keterhinggaan dan kematian dan kecenderungan mengaktualkan diri.
Client-centered
·         Memandang manusia secara positif; manusia memiliki suatu kecenderungan ke arah menjadi berfungsi penuh.
·         Dalam konteks hubngan terapeutik, klien mengalami perasaan-perasaan yang sebelumnya diingkari.
·         Klien menagktualkan potensi dan bergerak ke arah meningkatkan kesadaran, spontanitas, kepercayaan kepada diri dan keterarahan dalam.
Gestalt
·         Orang terdorong ke arah keseluruhan dan integrasi pemikiran perasaan, dan tingkah laku.
·         Pandangannya amtide terministik dalam arti individu dipandang memiliki kesanggupan unruk menyadari bagaimana pengaruh-pengaruh masa lampau berkaitan dengan kesulitan-kesulitan sekarang.
Analistis Transaksional
·         Orang dipandang memiliki kemampuan memilih.
·         Apa yang sebelumnya ditetapkan, bisa ditetapkan ulang.
·         Meskipun orang bisa menjadi korban dari putusan-putusan dini dan skenario kehidupan, aspek-aspek yang mengalahkan diri bisa dibah dengan kesadaran.
Rasional-Emotif
·         Manusia dilahirkan dengan potensi untuk berpikir rasional, tetapi juga dengan kecenderungan-kecenderungan ke arah berpikir curang.
·         Mereka cenderung untuk menjadi korban dari keyakinan-keyakinan yang irasional itu.
·         Tetapi berorientasi kognitif-tingakh laku-tindakan, dan menekankan berpikir, menilai, menganalisis, melakukan dan berpikir, menilai, menganalisis, melakukan, dan memutuskan ulang.
·         Modelmya adalah didaktif-direktif.
·         Terapi dilihat sebagai proses redukasi
Tingkah Laku
·         Manusia dibentuk dan dikondisikan oleh pengondisian sosial-budaya.
·         Pandangan deterministik dalam arti tingkah laku, dipandang sebagai hasil belajar dan pengondisian.
Realitas
·         Orang membutuhkan identitas dan bisa mengembangkan “identitas keberhasilan” maupun “ identitas kegagalan”.
·         Terapi realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan antideterministik

Konsep-Konsep Utama
Psikoanalitik
·         Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan resolusi dan integrasi fase-fase perkembangan psikoseksual yang berhasil.
·         Perkembangan kepribadian yang gagal merupakan akibat dari resolusi sejumlah fase perkembangan psikoseksual yang tidak memadai.
·         Id, ego, dan superego membentuk dasar bagi struktur kepribadian.
·         Kecemasan adalah akibat perepresian konflik-konflik dasar.
·         Mekanisme-mekanisme pertahanan ego dikembangkan untuk mengendalikan kecemasan.
·         Proses-proses tak dasar berkaitan dengan tingkah laku yang muncul sekarang.
Eksistensial Humanistik
·         Pada dasarnya merupakan suatu pendekatan terhadap konseling dan terapi alih-alih suatu model teoretis tetap.
·         Terapi eksistensial-humnistik menekankan kondisi-kondisi inti manusia.
·         Perkembangan kepribadian yang normal berlandaskan keunikan masing-masing indiidu.
·         Kesadaran diri berkembang sejak bayi.
·         Determinasi diri dan kecenderungan ke arah pertumbuhan adalah gagasan-gagasan sentral.
·         Psikopatologi adalah akibat dari kegagalan dalam mengaktualkan potensi.
·         Pembedaan-pembedaan dibuat antara “rasa bersalah eksistensial” dan “rasa bersalah neurotik” serta antara “kecemasan eksistensial” dan “kecemasan neurotik”.
·         Berfokus pada saat sekarang dan pada menjadi apa seseorang itu; yang berarti memiliki orientasi ke masa depan.
·         Ia menekankan kesadaran diri sebelum tindakan.
·         Ia adalah terapi eksperiensial.
Client-Centered
·         Klien memiliki kemampuan untuk menjadi sadar atas masalah-masalahnya serta cara-cara mengatasinya.
·         Kepercayaan diletakkan pada kesanggupan klien untuk mengarahkan dirinya sendiri.
·         Kesehatan mental adalah keselarasan antara diri ideal dan diri riel.
·         Maladjustment adalah akibat dari kesenjangan antara diri ideal dan diri riel.
·         Berfokus pada saat sekarang serta pada mengalami dan mengekspresikan perasaan-perasaan.
Gestalt
·         Berfokus pada apa dan bagaimana mengalami di sini dan sekarang untuk membantu klien agar menerima polaritas-polaritas dirinya.
·         Konsep-konsep utama mencakup tanggung jawab pribadi, urusan yang tak selesai, penghindaran, mengalami dan menyadari saat sekarang.
·         Ia adalah terapi eksperiensial yang menekankan yang menekankan perasaan-perasaan dan pengaruh-pengaruh urusan yang tak selesai terhadap perkembangan kepribadian sekarang.
Analisis Transaksional
·         Berfokus pada permainan-permainan yang dimainkan untuk menghindari keakraban dalam transaksi-transaksi.
·         Kepribadian terdiri atas ego Orang Dewasa, dan ego Anak.
·         Klien diajari untuk menyadari ego yang mana yang berperan dalam transaksi-transaksi yang dijalankan.
·         Permainan, penipuan, putusan-putusan dini, skenario kehidupan, dan internalisasi perintah-perintah adalah konsep utama.
Tingkah Laku
·         Berfokus pada tingkah laku yang tampak, ketepatan dalam menyusun tujuan-tujuan treatment, pengembangan rencana-rencana treatment yang spesifik, dan evaluasi objektif atas hasil-hasil terapi.
·         Terapi berlandaskan prinsip-prinsip teori belajar.
·         Tingkah laku yang normal dipelajari melalui perkuatan dan peniruan.
·         Tingkah laku yang abnormal adalah akibat dari belajar yang keliru.
·         Ia menekankan tingkah laku sekarang dan hanya memberikan sedikit perhatian kepada sejarah masa lampau dan sumber-sumber gangguan-gangguan.
Rasional Emotif
·         Neurosis adalah pemikiran dan tingkah laku irasional.
·         Gangguan-gangguan emosional berakar pada masa kanak-kanak, tetapi dikekalkan melalui reindoktrinasi sekarang.
·         Sistem keyakinan adalah penyebab masalah-masalah emosional.
·         Oleh karenanya, klien ditantang untuk menguji kesahihan keyakinan-keyakinan tertentu.
·         Metode ilmiah diterapkan pada kehidupan sehari-hari.
Realitas
·         Pendekatan ini menolak model medis dan konsep tentang penyakit mental.
·         Berfokus pada apa yang bisa dilakukan sekarang, dan menolak masa lampau sebagai variabel utama.
·         Pertimbangan nilai dan tanggung jawab moral ditekankan.
·         Kesehatan mental sama dengan penerimaan atas tanggung jawab.

Tujuan-tujuan Terapi
Psikoanalitik
·         Membuat hal-hal yang tidak disadari menjadi disadari.
·         Merekonstruksikan kepribadian dasar.
·         Membantu klien dalam menghidupkan kembali pengalaman-pengalaman masa kanak-kanak dini dengan menembus konflik-konflik yang direpresi.
·         Kesadaran intelektual.
Eksistensial-Humanistik
·         Menyajikan kondisi-kondisi untuk memaksimalkan kesadaran diri dan pertumbuhan.
·         Menghapus penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi.
·         Membantu klien menemukan dan menggunakan kebebasan memilih dengan memperluas kesadaran diri.
·         Membantu klien agar bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupannya sendiri.
Client-Centered
·         Menyediakan suatu iklim yang aman dan kondusif bagi eksplorasi diri klien sehingga ia mampu menyadari penghambat-penghambat pertumbuhan dan aspek-aspek pengalaman diri yang sebelumnya diingkari atau didistorisinya.
·         Membantu klien agar mampu bergerak ke arah keterbukaan terhadap pengalaman serta meningkatkan spontanitas dan perasaan hidup.
Gestalt
·         Membantu klien untuk memperoleh kesadaran atas pengalaman dari saat ke saatnya.
·         Menantang klien agar menerima tanggung jawab atas pengambilan dukungan internal alih-alih dukungan eksternal.
Analisis-Transaksional
·         Membantu klien agar bebas dari skenario, bebas dari permainan, menjadi pribadi yang otonom yang sanggup memilih ingin menjadi apa dirinya.
·         Membantu klien dalam menguji putusan-putusan dini dan membuat putusan-putusan baru berlandaskan kesadaran.
Tingkah Laku
·         Menghapus pola-pola tingkah laku selain yang maladatif dan membantu klien dalam mempelajari pola-pola tingkah laku yang konstruktif.
·         Mengubah tingkah laku.
·         Tujuan-tujuan spesifik dipilih oleh klien.
·         Tujuan-tujuan yang luas dipecah ke dalam subtujuan-subtujuan yang tepat.
Rasional Emotif
·         Menghapus pandangan hidup klien yang mengalahkan diri dan membantu klien dalam memperoleh pandangan hidup yang lebih toleran dan rasional.
Realitas
·         Membimbing klien ke arah mempelajari tingkah laku yang realistis dan bertanggung jawab serta mengembangkan “identitas keberhasilan”.
·         Membantu klien dalam membuat tingkah lakunya sendiri dan dalam merencanakan tindakan bagi perubahan.

Hubungan Terapeutik
Psikoanalitik
·         Terapis atau analis tetap anonim dan klien mengembangkan proyeksi-proyeksi terhadap terapis.
·         Berfokus kepada resistensi-resistensi yang berkembang dengan menangani transferensi dan kepada pengembangan kendali yang lebih rasional.
·         Klien mengalami analisis jangka panjang yang intensif, dan terlibat dalam asosiasi bebas untuk menyingkap konflik-konflik.
·         Klien memperoleh pemahaman dengan berbicara.
·         Terapis membuat penafsiran-penafsiran untuk mengajari klien tentang makna tingkah lakunya sekarang sambil menghubungkannya dengan masa lampau klien.
Eksistensial-Humanistik
·         Tugas-tugas utama terapis adalah menangkap secara akurat ada dalam dunia klien serta menciptakan suatu pertemuan yang personal dan otentik dengan klien.
·         Klien menemukan keunikan diri dalam hubungannya dengan terapis.
·         Pertemuan antarmanusia, keberadaan hubungan terapis-klien, dan keontentikan pertemuan di sini dan sekarang ditekankan. Baik klien maupun terapis bisa berubah melalui pertemuan.
Client-Centered
·         Hubungan terapis-klien amat penting.
·         Kualitas-kualitas terapis mencakup kesejatian, kehangatan, empati yang akurat, respek, sikap permisif, dan kemampuan mengomunikasikan sikap-sikap tersebut kepada klien, ditekankan.
·         Klien menggunakan hubungan yang nyata dengan terapis itu untuk menerjemahkan belajar diri ke dalam hubungan-hubungan yang lain.
Gestalt
·         Terapis tidak membuat penafsiran bagi klien, tetapi membantu klien dalam mengembangkan cara-cara membuat penafsiran-penafsiran sendiri.
·         Klien diharapkan mengenali dan menangani urusan-urusan yang tak selesai yang menghambat fungsi dirinya sekarang.
·         Klien menangani urusan yang tak selesai itu dengan mengalami ulang situasi-situasi traumatik masa lampau seakan-akan situasi-situasi tersebut muncul sekarang.
Analisis-Transaksional
·         Hubungan yang sederajat dengan mengesampingkan status terapis, diutamakan.
·         Klien membuat kontrak-kontrak dengan terapis untuk mencapai perubahan-perubahan yang spesifik yang diinginkan; apabila kontrak telah selesai, maka terapi diakhiri.
·         Transferensi dan ketergantungan pada terapis ditiadakan.
Tingkah Laku
·         Teapis aktif dan direktif, dan berfungsi sebagai guru atau pelatih dalam membantu klien belajar tingkah laku yang lebih efektif.
·         Klien harus aktif dalam proses dan berkesperimen dengan tingkah laku-tingkah laku baru.
·         Meskipun hubungan terapis-klien tidak ditekankan, hubungan kerja yang baik menjadi kerangka landasan bagi pelaksanaan prosedur-prosedur terapi.
Rasional-Emotif
·         Terapis berfungsi sebagai guru, dan klien sebagai murid.
·         Hubungan pribadi antara terapis dan klien tidak esensial.
·         Klien memperoleh pemahaman atas msalah dirinya, dan kemudian harus secara aktif menjalankan pengubahan tingkah laku yang mengalahkan diri.
Realitas
·         Tugas utams terapis adalah melibatkan diri dengan klien dan mendorong klien untuk menghadapi kenyataan dan untuk membuat pertimbangan nilai mengenai tingkah lakunya sekarang.
·         Setelah klien menetapkan perubahan-perubahan spesifik yang diinginkannya, rencana-rencana dirumuskan, komitmen untuk melaksanakan rencana-rencana dibuat, dan hasil-hasilnya dievaluasi.
·         Pemahaman dan perubahan sikap tidak dipandang penting.

Teknik-teknik Terapi
Psikoanalitik
·         Teknik-teknik utama adalah penafsiran, analisis mimpi, asosiasi bebas, analisis resitensi, dan analisis transferensi.
·         Kesemua teknik tersebut dirancang untuk membantu klien memperoleh jalan masuk ke dalam konflik-konflik tak sadar yang mengarah kepada pemahaman dan asimilasi material baru oleh ego.
·         Diagnosis dan pengetesan sering digunakan.
·         Pertanyaan-pertanyaan digunakan untuk mengembangkan suatu kasus sejarah.
Eksistenasial-Humanistik
·         Hanya sedikit teknik yeng dikembangakan oleh terapi eksistensial-humanistik, sebab pendekatan ini mendahulukan pemahaman alih-alih teknik.
·         Terapis eksistensial-humanistik bisa meminjam teknik-teknik dari pendekatan-pendekatan lain.
·         Diagnosis, pengetesan, dan pengukuran-pengukuran eksternal tidak dipandang penting.
·         Pendekatan ini bisa menjadi sangat konfrintatif.
Client-centered
·         Pendekatan ini menggunakan teknik-teknik, tetapi menitikberatkan sikap-sikap terapis.
·         Teknik-teknik dasar mencakup mendengarkan aktif, merefleksikan perasaan-perasaan, menjelaskan, dan “hadir” bagi klien.
·         Dukungan dan pemberian keyakinan bisa digunakan jika layak.
·         Pendekatan ini tidak memasukkan pengetesan diagnotik, penafsiran, kasus sejarah, dan bertanya atau menggali informasi.
Gestalt
·         Berbagai teknik dirancang untuk mengintensikan mengalami dan untuk mengintegrasikan perasaan-perasaan yang berlawanan.
·         Teknik-tekniknya mencakup konfrontasi, dialog dengan polaritas-polaritas.
·         Permainan peran tetap dengan perasaan-perasaan, menembus jalan buntu, dan menghidupkan kembali serta mengalami ulang urusan yang tak selesai berupa dendam dan rasa bersalah.
·         Penanganan mimpi sangat berguna.
·         Diagnosis dan pengetesan formal tidak dilakukan.
·         Penafsiran dilakukan oleh klien alih-alih oleh terapis.
·         Konfrontasi sering digunakan untuk membengkitkan perhatian terhadap ketidaksesuaian.
·         Pertanyaan-pertanyaan “bagaimana” dan “apa” digunakan.
Analisis Transaksional
·         Analisis skenario, atau kuisioner, digunakan untuk membantu klien menyadari perintah-perintah masa dini yang telah diterimanya.
·         Banyak teknik AT yang biasanya digabungkan dengan teknik-teknik Gestalt yang mendatangkan hasil.
·         Beberapa bentuk diagnosis bisa digunakan untuk menaksir sifat masalah.
·         Klien berpartisipasi secara aktif dalam diagnosis dan penafsiran-penafsiran, dan diajari membuat penafsiran-penafsiran dan penilaian-penilaian sendiri.
·         Konfrontasi sering digunakan, dan kontak-kontak dianggap penting.
·         Bertanya adalah bagian dasar dari AT.
Tingkah Laku
·         Teknik-teknik utamanya adalah desensitiasi sistematik, terapi implosif, latihan asertif, terapi aversi dan pengkondisian operan.
·         Kesemua teknik berlandaskan prinsip-prinsip belajar dan digerakan menuju perubahan-perubahan tingkah laku.
·         Diagnosis, pengumpulan data, pertanyaan-pertanyaan “apa”, “bagaimana”, dan “kapan” (tetapi tidak “mengapa”), dan prosedur-prosedur pengetesan sering digunakan.
Rasional Emotif
·         Pendekatan ini menggunakan prosedur yang beragam seperti, mengajar, membaca, “pekerjaan rumah”, dan penerapan metode ilmiah logis bagi pemecahan masalah.
·         Teknik-tekinik dirancang untuk melibatkan klien ke dalam evaluasi kritis atas filsafat hidupnya.
·         Diagnosis yang spesifik dibuat.
·         Terapis menafsirkan bertanya, menggali, menantang, dan mengonfrontasikan klien.
Realitas
·         Pendekatan ini pada dasarnya adalah terapi yang aktif, direktif, dan didaktik.
·         Terapis sering menggunakan kontrak dan apabila kontrak selesai, terapi diakhiri.
·         Terapi realitas tidak mengikuti diagnosis dan evaluasi model medis.
·         Sasarannya menjadikan klien membuat penafsiran-penafsiran dan pertimbangan-pertimbangan nilai sendiri.
·         Pendekatan ini bisa suportif dan konfrontasional.

Penerapan-penerapan dan Sumbangan-sumbangan
Psikoanalitik
·         Terapi psikoanalitik menyajikan suatu dasar konseptual untuk memahami dinamika-dinamika tak sadar, pentingnya perkambangan dini berkenaan dengan kesulitan-kesulitan sekarang, kecemasan dan pertahanan-pertahanan ego sebagai cara mengatasi kecemasan, serta sifat transferensi dan transerferensi balik.
Eksistensial Humanistik
·         Model ini menyajikan suatu pendekatan bagi konseling dan terapi individual serta kelompok dan untuk menangani anak-anak dan para remaja, dan berguna untuk diintegrasikan ke dalam praktek-praktek disekolah.
·         Sumbangan utamanya adalah penekanannya pada kebutuhan akan pendekatan subjektif yang berlandaskan suatu pandangan yang lengkap mengenai apa artinya menjadi manusia.
·         Terapi eksistensial-humanistik mengingatkan perlunya suatu pertanyaan filosofis mengenai apa artinya menjadi pribadi.
Client-centered
·         Pendekatan ini bisa diterapkan secara luas pada konseling dan terapi individual serta kelompok bagi pengajaran yang terpusat pada siswa.
·         Sumbangan yang unik dari pendekatan ini adalah menjadikan klien mengambil sikap aktif dan memikul tanggung jawab untuk mengarahkan jalannya terapi.
·         Pendekatan ini menentang peran terapis tradisional yang umumnya menggunakan teknik-teknik diagnosis, menggali dan menafsirkan serta menentang pandangan yang melihat terapis sebagai ahli.
Gestalt
·         Teknik-teknik terapi gestalt cocok untuk diterapkan pada konseling dan terapi individual serta kelompok.
·         Juga bisa diterapkan pada situasi-situasi mengajar belajar dikelas.
·         Sumbangan utamanya adalah penekanannya pada melakukan dan mengalami alih-alih hanya membicarakan perasaan-perasaan.
Analisis Transaksional
·         Teknik-teknik pendekatan ini bisa diterapkan pada hubungan orang tua anak, belajar dikelas, pada konseling dan terapi individual serta kelompok, dan pada konseling perkawinan.
·         Sumbangan utamanya adalah perhatiannya pada transaksi-transaksi berkenaan dengan fungsi perwakilan-perwakilan ego.
Tingkah Laku
·         Pendekatan ini telah bisa diterapkan secara luas pada terapi individual dan kelompok, lembaga-lembaga, sekolah-sekolah, dan situasi-situasi belajar lainnya.
·         Terapi tingkah laku adalah pendekatan pragmatis yang berlandaskan kesahihan eksperimental atas hasil-hasil.
·         Kemajuan (atau kegagalan) bisa ditaksir, dan teknik-teknik baru bisa dikembangkan.
Rasional Emotif
·         Pendekatan ini menekankan pentingnya pemikiran sebagai dasar teori dari gangguan-gangguan pribadi.
·         Sumbangan utamanya adalah penekanannya pada keharusan praktek dan bertindak menuju perubahan tingkah laku masalah.
Realitas
·         Pendekatan ini pada mulanya dirancang bagi penanganan para remaja di lembaga-lembaga rehabilitas.
·         Terapi realitas sekarang digunakan secara luas oleh para pendidik di sekolah-sekolah dasar dan menengah.
·         Ia juga bisa diterapkan pada terapi individual dan kelompok serta pada konseling perkawinan.