expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 21 Januari 2014

Proposal Program Kerja Pendirian Biro Konseling (Tugas Bimbingan Karir)



Proposal
Pendirian Biro Konseling Rahima di IAIN Surakarta
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Bimbingan Karir
Dosen : Budi Santosa, S.Psi, M.A
Disusun oleh :
Diah Astuti Saputri Retnaningsih
121221020

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2014



A.    PENDAHULUAN
Konseling merupakan suatu kegiatan yang dibangun melalui adanya interaksi antara konselor dan klien untuk mengidentifikasi persepsi, kebutuhan, nilai, perasaan, pengalaman, harapan, serta masalah yang dihadapi klien. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memecahkan masalah-masalah psikologis klien dengan menyadarkan klien akan akar masalah yang sebenarnya dihadapi hingga akhirnya klien dapat menemukan sendiri solusi dari masalah yang dihadapinya.
Remaja sebagai usia transisi sering menghadapi permasalahan dalam penyesuaian diri. Seseorang yang menghadapi permasalahan dalam hidupnya, kadang kala dirasakan begitu berat atau mengganggu kehidupannya dalam keseharian. Ini berdampak pada penurunan prestasi, menurunnya semangat hidup dan bahkan menimbulkan stress dan gangguan kejiwaan. Namun, seringkali mereka menghadapi masalah tersebut tanpa tahu benar dan menyadari apa sebenarnya akar dari masalah mereka tersebut. Melalui proses konseling inilah bersama-sama antara konselor dengan klien menemukan akar masalah yang ada dan menyadarkan klien akan apa yang harus dilakukannya untuk memecahkan masalahnya tersebut.
Perubahan dari sekolah lanjutan ke pendidikan tinggi sering tidak disadari oleh para mahasiswa baru. Banyak mahasiswa salah menyikapi situasi baru yang jauh berbeda dari situasi belajar disekolah lanjutan, sehingga memilih orientasi, sikap dan kebiasaan belajar yang keliru. Bila selama disekolah dasar dan lanjutan, kegiatan diatur dan dipantau oleh sekolah dengan jadwal belajar jam 7 pagi sampai jam 1 siang, di PT dituntut kemandirian untuk menentukan cara dan kapan belajar. Adanya orientasi pengenalan kampus untuk mahasiswa baru, sangat penting bagi pemanfaatan fasilitas kampus secara maksimal, demi tercapainya tujuan belajar dan tujuan perkembangan pribadi. Pada kesempatan ini, inilah saatnya memperkenalkan fasilitas konseling bagi mahasiswa.
Kata RAHIMA diambil dengan filosofi kasih sayang. Penanganan mahasiswa bermasalah biasanya melalui pendekatan disiplin merujuk pada aturan dan tata tertib yang berlaku di kampus beserta sanksinya. Sebagai salah satu komponen organisasi kampus, tata tertib mahasiswa beserta sanksinya memang perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku mahasiswa. Kendati demikian, harus diingat sekolah bukan “lembaga hukum” yang harus mengobral sanksi kepada mahasiswa yang mengalami gangguan penyimpangan perilaku. Sebagai lembaga pendidikan, justru kepentingan utamanya adalah bagaimana berusaha menyembuhkan segala penyimpangan perilaku yang terjadi pada para mahasiswa.
Oleh karena itu, disinilah pendekatan yang kedua perlu digunakan yaitu pendekatan melalui bimbingan konseling. Berbeda dengan pendekatan disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera, penanganan mahasiswa bermasalah melalui konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan bimningan dan terapi psikologis. Penanganan mahasiswa bermasalah melalui konseling sama sekali tidak menggunakan bentuk sanksi, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan mahasiswa yang bermasalah, sehingga setahap demi setahap mahasiswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.
B.     TUJUAN
Tujuan konseling di Perguruan Tinggi IAIN Surakarta bagi mahasiswa adalah:
1.      Membantu mahasiswa mengambil keputusan mengenai pilihan karir, pilihan program pendidikan, dan masalah lain yang menyangkut keputusan pendidikan
2.      Memungkinkan mahasiswa lebih efektif dalam beinteraksi dengan orang lain, seperti teman sebaya, dosen, orang tua
3.      Membantu mahasiswa mendapat pemahaman diri dan penerimaan diri
4.      Membantu mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dari segi akademik maupun sosial
5.      Memberi dukungan mahasiswa mengatasi krisis emosional
C.    DASAR PEMIKIRAN
1.      Dengan kitab (Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang. (Al-Fath : 8-9)
2.      Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (Ali-Imran: 110)
3.      Jauhilah orang-orang yang duduk-duduk dijalanan. Para sahabat berkata, ”Wahai Rasulullah, namun kami mempunyai kewajiban untuk berteman dengannya.” Lalu Rasulullah bersabda, ”Maka berikanlah haknya”. Lalu mereka bertanya, ”Apa haknya?” Dijawab, ”Membalas salam mereka, menundukkan pandangan, membuang sesuatu yang dapat membahayakan, memberikan arahan dan nasihat apabila diminta dan amar makruf nahi munkar”.
D.    VISI
Menjadi tempat mahasiswa berbagi yang dilandasi oleh saling tolong menolong, sugesti, kesukarelaan, keterbukaan, dan rasa optimis agar dapat menjadi salah satu pengurang beban  permasalahan yang ada sehingga mahasiswa dapat berkembang dengan optimal, mandiri dan bahagia menjalani perkuliahan di kampus IAIN Surakarta.
E.     MISI
1.      Memberikan penyuluhan mengenai hal-hal yang sedang trend (sesuai dengan kebutuhan atau permintaan mahasiswa)
2.      Memberikan wacana dan wawasan melalui komunikasi lisan dan tulisan (brosur, pamflet, buletin dll)
3.      Menjadi sharing partner bagi mahasiswa yang membutuhkan konseling
4.      Meningkatkan kepercayaan diri dan konsep diri yang positif
5.      Mengurangi stres dan beban permasalahan
6.      Memunculkan dan meningkatkan kemampuan yang baik dan positif
7.      Mengadakan tes-tes sederhana untuk lebih memahami diri sendiri (tes kepribadian, tes gaya belajar dll)
F.     NAMA KEGIATAN
Biro Bimbingan dan Konseling Mahasiswa IAIN SurakartaRAHIMA”
G.    MOTTO
”Inspiring Your Heart” (Menginspirasi hatimu)
H.    ASAS KONSELING
1.      Asas tolong menolong, yaitu asas yang menghendaki adanya rasa saling meringankan beban satu sama lain sehingga masalah yang ada lebih cepat teratasi.
2.      Asas sugesti, yaitu asas yang menghendaki stimulasi timbulnya keinginan untuk lebih dapat mengeluarkan masalah yang ada dengan membicarakan pada orang yang diyakini lebih dapat mengatasi permasalahan.
3.      Asas kesukarelaan, yaitu asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlukan bagi klien.
4.      Asas keterbukaan, yaitu asas yang menghendaki agar klien dapat bersifat terbuka dan tidak berpura-pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya.
5.      Asas optimis, yaitu asas yang menghendaki agar pihak konselor dan klien (konseli) dapat memiliki persepsi dan semangat yang optimis untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada sehingga menghasilkan perilaku yang positif.
6.      Asas kemandirian, yaitu asas yang menghendaki mahasiswa-mahasiswa yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri.
I.       LAYANAN
Layanan yang diberikan kepada mahasiswa meliputi:
1.      Layanan Bimbingan
2.      Layanan Penyuluhan Karir
3.      Layanan Penyuluhan Bakat dan Minat
4.      Layanan Konseling Keluarga
5.      Layanan Konseling Pranikah
6.      Layanan Informasi Lowongan Kerja
7.      Layanan Asesmen
8.      Layanan Hypnoterapi
J.      SISTEM KONSELING
1.      Pencegahan : mengupayakan tindakan preventif atau pencegahan dengan bimbingan penyuluhan. Memberikan wacana dan wawasan agar mahasiswa lebih waspada dan hati-hati terhadap suatu hal yang berakibat timbulnya masalah di kemudian hari dan menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
2.      Pemeliharaan : memelihara segala sesuatu yang baik pada diri individu atau kalau mungkin mengembangkannya agar lebih baik. Menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi klien agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri.
3.      Perbaikan : membebaskan klien dari berbagai masalah yang dihadapinya. yaitu fungsi konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada klien yang telah mengalami masalah.
4.      Pengembangan yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli.
K.    SASARAN
Mahasiswa IAIN Surakarta yang membutuhkan
L.     WAKTU DAN TEMPAT KONSELING
1.      Waktu
a.      Senin – Kamis : 08.00 – 12.00 dan 13.00 - 15.00
b.      Jum’at : 08.00 – 11.00 dan 13.00 - 15.00
c.       Hari Libur : Libur
2.      Tempat Konseling
a.       Laboratorium Konseling Terpadu Lantai 2 IAIN Surakarta
M.   TATA CARA PELAKSANAAN KONSELING
1.      Datang ke tempat konseling
2.      Pembuka dialog dari tim
3.      Mahasiswa mengutarakan permasalahan yang ada
4.      Pemberian solusi
5.      Pencatatan di buku administrasi konseling tanpa sepengetahuan mahasiswa
6.      Bila dibutuhkan, mahasiswa akan difasilitasi untuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang dapat membantu penyelesaian masalah.
N.    PROFIL TIM
Tim yang bekerja di dalam biro layanan konseling ini adalah
1.      Mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bimbingan Konseling Islam yang sudah duduk di semester 5 sampai dengan 7.
2.      Alumni mahasiswa Bimbingan Konseling Islam IAIN Surakarta
3.      Dosen yang memberikan bantuan serta arahan dalam pelaksanaan biro layanan konseling ini.
O.    PROGRAM KERJA
1.      Memberikan penyuluhan
2.      Membuka sarana konseling sesuai jadwal yang ditetapkan atau bila dibutuhkan dapat ditambah sesuai dengan kesepakatan
3.      Membuat pamflet, brosur dan buletin
4.      Memberikan training pengembangan diri & pengenalan diri
5.      Kunjungan ke fakultas dalam maupun luar kampus yang mendukung mengenai keilmuan yang kami lakukan
6.      Study Kasus dengan tim sebagai sarana wawasan keilmuan
7.      Pengembangan SDM pengasuh Biro Bimbingan dan Konseling
Mahasiswa IAIN Surakarta “RAHIMA”
P.     PERANGKAT BIRO
1.      Buku administrasi penyuluhan
2.      Buku adminsitrasi konseling
3.      Buku administrasi klien
4.      Rekapitulasi kasus
5.      Tata tertib
6.      Plang nama biro
Q.    FASILITAS
1.      Ruangan berAC
2.      Ruangan Luas
3.      Ruangan Nyaman
4.      Kursi Refleksi
5.      Sofa Nyaman
6.      Minuman
7.      Snack
8.      Wifi
9.      Control Room
10.  Aromatherapy
11.  dll
R.    PENUTUP
Demikian proposal Biro Bimbingan dan Konseling RAHIMA  ini kami buat dan kami ajukan. Semoga mendapatkan tanggapan positif sebagai upaya memfasilitasi penanganan permasalahan mahasiswa IAIN Surakarta. Atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan jazakumullahu khoiron katsiro. Hasbunallah wani’mal wakiil.
                                                                       
Surakarta, 15 Januari 2014

Ketua Jurusan Bimbingan Konseling Islam                Koordinator Rahima


H. Ahmad Hudaya, M.Ag                                          Diah Astuti S.R

                        Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah


H. Abdul Matin Bin Salman, Lc, M.Ag

Tidak ada komentar:

Posting Komentar