expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 18 Januari 2015

Kerangka Kerja Untuk Melakukan Perencanaan Perubahan

TUGAS
Kerangka Kerja Untuk Melakukan Perencanaan Perubahan
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Pekerja Sosial dalam Bimbingan Konseling Islam
Dosen : Pak Jaimin
LOGO
Disusun oleh :
Diah Astuti Saputri Retnaningsih
121221020

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA
SURAKARTA
2014

Kerangka Kerja Untuk Melakukan Perencanaan Perubahan
Fokus
Tugas yang harus dilakukan
1.      Mengidentifikasi Masalah dan Kelompok Sasaran

1.      Mengidentifikasi kondisi-kondisi organisasi atau  masyarakat.
a.       Awalnya kedua organisasi tersebut mempunyai hubungan yang sangat baik dan sangat dekat.
b.      Sekarang hubungan kedua organisasi tersebut mengalami hubungan yang renggang dan tidak baik.
c.       Jarang melakukan kerjasama.
2.      Mengumpulkan data yang mendukung.
a.       Terjadi adu mulut
b.      Terjadi adu pendapat
c.       Hubungan antar organisasi tidak baik
d.      Salah satu anggota organisasi Y merasa dilecehkan oleh salah satu anggota organisasi X. Dan menyebabkan anggota lain dari organisasi tersebut ikut tidak terima.
3.      Mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin muncul.
a.       Sulit untuk melakukan kerjasama lagi.
b.      Sulit mencapai tujuan-tujuan tertentu dari setiap organisasi.
c.       Dipandang tidak baik oleh sekitar.
d.      Dan menyebabkan kehilangan kepercayaan terhadap kedua organisasi tersebut.
4.      Menentukan apakah suatu kondisi merupakan masalah
Secara definisi, masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan lua biasa. Menurut saya kasus tersebut diatas merupakan sebuah permasalahan, karena dari kondisi dan data yang saya dapatkan itu menyebabkan suatu hambatan dan suatu hambatan itulah yang akan menjadi awal suatu masalah. Dan dari kondisi yang awalnya hubungan baik sekarang menjadi renggang, menurut saya itu disebabkan oleh suatu masalah. Dan dari data yang saya kumpulkan, didapatlah penyebab masalah tersebut adalah salah satu anggota organisasi Y yang merasa dilecehkan oleh salah satu organisasi X yang bercanda keterlaluan dan menyebabkan anggota lain dari kedua organisasi tersebut tidak terima. Dan itu menyebabkan kedua organisasi tidak lagi bisa menjalankan kerjasama dengan baik. Dan itu adalah suatu masalah yang harus diselesaikan.
2.      Menganalisis Masalah
5.      Mengidentifikasi riwayat kejadian yang dianggap relevan.
Kesalahpahaman yang dialami dari salah satu anggota organisasi X yang melecehkan salah satu anggota organisasi Y dengan bercanda yang keterlaluan tersebut membuat anggota lain dari organisasi Y ikut tidak terima dan menyebabkan adu mulut dan adu pendapat.
6.      Mengidentifikasi dan menerapkan berbagai perspektif teori yang relevan.
Organisasi adalah adanya orang-orang yang usahanya harus dikoordinasikan, tersusun dari sejumlah sub system yang saling berhubungan dan saling tergantung, bekerja bersama atas dasar  pembagian kerja, peran, dan wewenang serta mempunyai tujuan yang hendak  dicapai.
Berikut adalah beberapa ciri atau atribut dari organisasi antaralain, adalah
a.       Organisasi  adalah lembaga sosial yang terdiri dari sekumpulan orang dengan pola interaksi yang ditetapkan.
b.      Organisasi dikembangkan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu oleh karena itu organisasi adalah kreasi sosial yang memerlukan aturan dan kooperasi.
c.       Organisasi secara sadar dikoordinasikan dan dengan sengaja disusun kegiatan-kegiatannya dibedakan menurut pola yang logis. Koordinasi bagian-bagian tugas yang saling tergantung ini memerlukan penugasan wewenang dan komunikasi.
d.      Organisasi adalah instrumen sosial yang memiliki batasan-batasan yang secara relatif dapat diidentifikasikan dan keberadaannya memiliki basis yang relatif permanen.
Teori-teori
a.       Teori Hubungan Antar Manusia
Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan psikologis terhadap anggota, yaitu dengan mengetahui perilaku individu bawahan sebagai suatu kelompok hubungan manusiawi untuk menunjang tingkat produktifitas organisasi. Sehingga ada suatu rekomendasi bagi para pemimpin bahwa organisasi itu adalah suatu sistem sosial dan harus memperhatikan kebutuhan sosial dan psikologis anggota agar produktifiasnya bisa lebih tinggi.
b.      Teori Aliran Kuantitatif
Memfokuskan keputusan pemimpin didasarkan atas perhitungan yang dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan ilmu kepemimpinan yang biasa dimulai dengan langkah sebagai berikut:
1)      Merumuskan masalah
2)      Menyusun model aritmatik
3)      Mendapatkan penyelesaian dari model
4)      Mengkaji model dan hasil model
5)      Menetapkan pengawasan atas hasil
6)      Mengadakan implementasi
c.       Komunikasi Urgensi dan prosesnya
Komunikasi dipandang sebagai sentral elemen-elemen lainnya dalam kegiatan manajemen organisasi. Komunikasi memiliki fungsi untuk mempertemukan antara tujuan organisasi dengan target hasil yang dicapai. Berfungsi untuk mengadaptasikan perubahan lingkungan organisasi.
Untuk membina hubungan antar anggota organisasi dalam melaksanakan  berbagai tugas (beban kerja) organisasi. Untuk itu, kemampuan komunikasi yang efektif  menjadi hal yang mutlak harus dimiliki oleh seorang pelaku organisasi.
7.      Mengaplikasikan hasil temuan-temuan penelitian, evaluasi program, maupun praktek-praktek yang relevan.
Dalam memecahkan masalah organisasi suatu keputusan seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk mendapatkan solusi terbaik dari permasalahan yang dihadapi. Usaha pemecahan meliputi pertimbangan berbagai alternatif yang layak, pemilihan alternatif terbaik, dan penerapannya.
Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan pada jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi pada konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan.
Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi yakni akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi berbagai alternative keputusan.
Tiap pemimpin memiliki gaya pengambilan keputusan masalah yang unik. Beberapa gaya pemimpin dalam pengambilan keputusan:
a.       Penginderaan (Sensing)
Tendensi mencari fakta, realitas, obyektif.
Aplikasi: mencari tahu kondisi-kondisi yang terjadi dan data-data yang ditemukan.
b.      Intuisi (Intuiting)
Menyingkap kemungkinan baru, unik, tidak suka hal yang rutin, detail dan presisi.
c.       Pemikiran (Thinking)
Mencari hubungan sebab akibat, membedakan antara benar dan salah, proses kognitif.
d.      Perasaan (Feeling)
Mempertimbangan perasaan dalam mengambil keputusan, proses efektif.
                        Tiga fase penyelesaian masalah, yaitu
a.       Kecerdasan
Kecerdasan adalah kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang. Dalam hal ini, pembuat keputusan berupaya mencari lingkungan bisnis internal dan eksternal, memeriksa keputusan-keputusan yang perlu dibuat, dan masalah-masalah yang perlu diatasi, atau peluang-peluang yang dipertimbangankan.
Kecerdasan berarti kesadaran aktif akan perubahan-perubahan di lingkungan yang menuntut dilakukannya tindakan-tindakan tertentu.
b.      Perancangan
Dalam fase perancangan, pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis sejumlah solusi alternatif.
c.       Pemilihan
Dalam fase pemilihan ini, pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang ditandai dalam fase kecerdasan. Pemilihan ini diikuti dari analisis sebelumnya dalam fase perancangan dan memperkuatnya lewat informasi-informasi yang diperoleh dalam fase pemilihan.
Oleh sebab itu untuk pemecahan masalah tersebut diatas faktor komunikasi yang harus diperhatikan agar setiap tindakan yang kita lakukan nantinya tidak membuahkan hasil yang negatif. Selain itu keputusan seorang pemimpin dalam memecahkan atau menyelesaikan masalah yang terjadi didalam organisasinya yang akan diputuskan haruslah sesuai dengan gaya pengambilan keputusannya masing-masing dan pastinya seorang pemimpin harus memberikan solusi yang terbaik dari permasalahan tersebut.
8.      Mengkaji perspektif tentang kelompok sasaran, kelompok etnik maupun gender.
Perspektif tentang kedua organisasi tersebut adalah masyarakat menjadi kurang antusia kepada kedua organisasi tersebut, karena kedua organisasi yang dipandang masyarakat menjadi wadah di masyarakat malah tidak bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakat.
9.      Mengkaji asal usul (etimologi) masalah.
Masalah berasal dari kesalahpahaman yang dialami dari salah satu anggota  organisasi X dan organisasi Y. Anggota dari organisasi X yang terkait tersebut melakukan tindakan yang membuat salah satu dari anggota organisasi Y merasa dilecehkan padahal anggota dari organisasi X hanya berniat bercanda yang keterlaluan tersebut membuat anggota lain dari organisasi Y ikut tidak terima dan akhirnya timbullah adu pendapat dan adu mulut dari masing-masing anggota dari kedua organisasi tersebut karena anggota-anggota dari organisasi juga ikut tidak terima jika salah satu anggotanya dianggap melecehkan anggota dari organisasi Y. Timbullah hubungan yang tidak baik dari kedua organisasi tersebut.
3.      Mengembangkan Hipotesis
10.  Merumuskan pernyataan masalahnya.
·         Kedua organisasi mengalami kesalahpahaman.
·         Salah seorang organisasi Y Merasa dilecehkan oleh salah seorang organisasi X yang bercanda.
·         Kedua organisasi mengalami adu mulut.
·         Kedua organisasi mengalami adu pendapat.
·         Hubungan kedua organisasi tidak baik.
11.  Merumuskan hipotesis.
·         Hubungan tidak baik dari kedua organisasi disebabkan kesalahpahaman merasa dilecehkan dari salah satu anggota organisasi tersebut.
12.  Mengemukakan hubungan perubahan dengan hasil yang dicapai.
Dengan melakukan pemecahan masalah secara sistematis mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu kontrovensi secara memadai yaitu: Mengenali kontrovensi, Menimbang klaim alternatif, Membentuk penilaian. Pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakni akan memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Dan dari pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang tepat akan menyebabkan perubahan. Dan perubahan yang ingin dicapai adalah hubungan kedua organisasi kembali baik, hangat dan dekat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar