expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 30 November 2013

Karakteristik Fisik dan Psikologis Pra-Lahir



Karakteristik Fisik dan Psikologis Pra-Lahir
Perkambangan biologis manusia terjadi dimulai saat terjadinya konsepsi (waktu sel sperma dan ovum lebur jadi satu). Fase Pra-Natal dibedakan ada 3 fase :
1.      Fase Germinal/Zigot : 2 minggu pertama
2.      Fase Embrional : waktu 6-8 minggu berikutnya
3.      Fase Fetal : mulai minggu ke 8 s.d lahir (kehamilan 270 hari/ l.k 40 minggu sesudah hari pertama menstruasi berakhir).
Pengaruh Pra-natal :
1.      Pengaruh lingkungan : Faktor ekstrem, ketegangan emosi, Tahayul
2.      Sikap Ibu
Pada saat baru lahir, hampir seluruh neuron yang harus dimiliki sudah ada, tapi berat otaknya hanya ¼ dari otak dewasa. Otak menjadi besar karena pembesaran neuron, bertambahnya jumlah akson dan dendrit sesuai dengan perkembangan hubungan antar sesamanya. Untuk menyempurkan perkembangan maka anak kecil harus diberi rangsangan melalui raba, speech (berbicara) dan images (daya hayal).
Pengenalan Benda dan Manusia
            Habituasi adalah berkurangnya perhatian karena penyajian berulang-ulang dan yang tidak disebabkan oleh adanya kelelahan reseptor (daya memperhatikan). Kecepatan habituasi dipakai sebagai indeks perkembangan kognisi, yaitu :
·         Makin bertambah umur anak makin cepat habituasinya;
·         Makin tinggi tingkat hewan dalam deret filogenesa (berkaitan dengan besar lingkar kepala) makin cepat habituasinya;
·         Bila sebagian korteks tidak dapat berfungsi (misalnya karena luka pada korteks) maka proses habituasi berjalan lebih lambat;
·         Pada waktu tidur, bila bagian pusat otak yang lebih rendah berkuasa, tidak terjadi habituasi.
Tingkah Laku Lekat
Tingkah laku lekat merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain, untuk mencari kepuasaan dalam hubungan dengan orang lain. Terjadi sekitar usia 7 bulan (5-15 bulan). Tingkah laku lekat pada anak kecil dapat dilihat seperti :
·         Menangis bila objek lekatnya pergi,
·         Senang dan ketawa lagi bila objek lekatnya kembali,
·         Mengikuti dengan mata arah menghilangnya objek lekat tsb.
Bowlby berpendapat bahwa timbulnya kelekatan anak terhadap figur lekat (biasanya ibu) adalah suatu akibat menjadinya aktif suatu system tingkah laku (byhavioral system) yang membutuhkan kedekatan dengan Ibu. Bila anak ditinggalkan ibu atau dalam keadaan takut, sistem tingkah laku tadi segera menjadi aktif dan hanya bisa dihentikan oleh suara, penampilan atau rabaan ibu.
Refleks Bayi
Anak yang baru dilahirkan mempunyai sejumlah reflex. Reflex anak meusus atau reflex bayi akan menghilang dalam waktu tertentu, sedangkan yang tidak hilang disebut reflex ermenen. Yang termasuk reflex menusu atau sementara adalah : Refleks moro, reflex menicum-cium atau rooting reflex, reflex hisap, reflex genggam atau reflex Darwin, reflex babinski.
Refleks Moro
Dalam gerak refleks ini akan mengembangkan tangan ke samping lebar-lebar, melebarkan jari-jari lalu mengembalikan tangganya dengan tarikan cepat seakan-akan ingin memeluk seseorang (dari refleks ini juga disebut refleks peluk). Refleks ini dapat ditimbulkan dengan memukul bantal di kedua samping kepala anak atau dengan menepuk-nepuk tangan, artinya refleks ini timbul karena anak terkejut. Mulai menghilang sekitar 4 bulan dan sesudah 6 bulan hanya dapat ditimbulkan dengan susah payah.
Refleks mencium-cium (Rooting Reflex) : Stimulai taktil pada pipi atau daerah mulut -> memutar-mutar kepala mencari putting susu. Refleks Hisap/Refleks oral : Fungsi eksploratif. Menghilang sekitar 6 bulan. Refleks Genggam/Refleks Darwin. Refleks babinski : refleks genggam kaki. Bila ada rangsang pada telapak kaki, ibu jari kaki akan bergerak ke atas dan jari-jari lain membuka. Menghilang sekitar 6 bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar