expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 11 November 2013

Reinforcement



1.      Definisi
Reinforcement merupakan peristiwa khusus dari perilaku, yang diikuti dengan konsekuensi, di mana konsekuensi tersebut akan memperkuat perilaku. Seseorang yang mendapatkan reinforcement akan cenderung mengulang perilaku yang sama di masa mendatang. Operant behavior yang terjadi dalam sebuah lingkungan akan menghsilkan sebuah konsekuensi. Konsekuensi yang memperkuat operant behavior disebut reinforcer.
Contoh : Mahasiswa menemui kesulitan dalam belajar, setelah bertanya pada temannya, ia tertolong. Selanjutnya, ia akan bertanya kepada teman saat menemui kesulitan kembali, walaupun temannya belum tentu dapat menjawab. Dosen tersenyum kepada mahasiswa dan menghargainya karena mau duduk di depan. Hasilnya, mahasiswa tersebut lebih memilih untuk duduk di depan.

2.      Macam-macam Reinforcement
a.      Positive - Negative Reinforcement
1)      Positive Reinforcement
a)      Definisi: Suatu peristiwa/stimulus (benda/kejadian) yang bila hadir mengikuti suatu perilaku tertentu dapat menyebabkan perilaku tersebut akan diulangi/meningkat/terpelihara.
b)      Faktor yang mempengaruhi keefektifan reinforcement positif, yaitu:
a.       Memilih perilaku yang akan ditingkatkan
Perilaku yang akan dikukuhkan harus diidentifikasi secara spesifik. Hal ini akan membantu untuk memastikan reliabilitas dari deteksi contoh dari perilaku dan perubahan frekuensinya, serta meningkatkan perilaku kemungkinan program reinforcement ini dilakukan secara konsisten.
b.      Memilih Reinforcer
·         Berbeda individu, kemungkinan reinforcer yang digunakan juga berbeda. Ada juga reinforcer yang merupakan reinforcer bagi semua orang.
·         5 macam reinforcer yaitu :
Ø  Consumable reinforcer – makanan, minuman
Ø  Activity reinforcer – hobi, olahraga, belanja
Ø  Manipulative reinforcer – bersepeda, menggunakan internet
Ø  Possesional reinforcer – gelas kesayangan, baju favorit
Ø  Social reinforcer – pujian, pelukan, senyuman
c.       Membangun pelaksanaan
§  Makin lama periode deprivasi, maka reinforcer akan makin efektif.
§  Deprivasi adalah selang waktu training sebelumnya, di mana individu tidak menerima reinforcer.
d.      Ukuran reinforcer
§  Ukuran atau jumlah reinforcer merupakan ukuran yang penting dalam efektivitas reinforcer. Jumlah reinforcer cukup untuk menguatkan perilaku yang ingin ditinggalkan, namun jangan berlebihan untuk menghindari satiasi.
§  Satiasi adalah kondisi dimana individu menerima reinforcer terlalu  banyak sehingga reinforcer tidak lagi dikukuhkan.
§  Contoh : Jika seseorang suka dengan sate kambing, lalu dibelikan seekor kambing dan disate, lalu disuruh menghabiskan semua. Lalu disuruh makan sate lagi pasti tidak mau.
e.       Pemberian reinforcer
§  Reinforcer harus diberikan segera setelah perilaku muncul. Perilaku belum diselipi perilaku lain. Pengukuh yang tertunda dijembatani dengan janji lain. Ada dua macam prinsip, yaitu the direct acting effect dan the indirect acting effect.
§  Contoh : Jika sudah berjanji, setelah melakukan sholat akan diberi roti. Maka setelah selesai sholat segera diberi roti. Maka sholat itu sebagai pengukuh. Jika diselipi kegiatan lain tidur misal dan pemerian roti setelah tidur, maka tidurnya bukan sholatnya yang dikukuhkan.
f.       Penggunaan aturan
Intruksi dapat memfasilitasi; perubahan perilaku dalam beberapa cara yaitu: intruksi akan mempercepat proses belajar individu mengerti, intruksi dapat mempengaruhi individu untuk berusaha bagi reinforcement yang ditunda, dan dapat membantu mengajar individu (seperti anak kecil atau orang yang mengalami hambatan perkembangan) untuk mengikuti intruksi.
g.      Contigent vs Noncontingent Reinforcement
§  Reinforcement contigent : reinforcer tergantung perilaku.
§  Reinfoecement noncontigent : reinforcer diberikan pada waktu tertentu dantidak bergantung pada perilaku.
h.      Memindahkan individu dari program dan menggantinya dengan renforcement yang natural/menyapih
Setelah ada penguatan perilaku melalui penggunaan reinfoecement positif, ada kemungkinan bagi reinforcer dari lingkungan alami individu untuk mengambil alih pemeliharaan perilaku tersebut.
c)      Penerapan Positive Reinforcement
§  Memilih perilaku yang akan ditingkatkan
§  Memilih pengukuh
§  Menerapkan Positive Reinforcement
Ø  Katakan pada individu sebelum mulai
Ø  Pengukuh diberikan mengikuti perilaku
Ø  Gambarkan perilaku kepada individu ketika pengukuh diberikan
Ø  Gunakan hadia dan kontak fisik (jika perlu), hindari kekenyangan dan kejenuhan
§  Menyapid dengan diberi penyadaran
2)      Negative Reinforcement
§  Meningkatkan kemungkinan berulangnya perilaku karena terhindar/dihilangkan dari stimulus yang tidak menyenangkan.
§  Bukan hukuman bagi pelakunya tetapi dapat menjadi hukuman bagi orang yang dihindari
·         Contoh : Seseorang memiliki fobia ular, namun ia harus bekerja di toko hewan. Akhirnya ia ditempatkan di bagian hewan unggas (burung, ayam). Ia pun dapat bekerja dengan nyaman karena tidak perlu berinteraksi dengan ular.
§  Kelemahan Negative Reinforcement
Ø  Disajikan stimulus aversif -> tidak menyenakan bagi penyaji
Ø  Pengukuhan negatif berulang menghilangkan daya aversifnya
Ø  Reaksi terhadap pengukuh negatif tidak selalu berupa perilaku sasaran -> agresi
Ø  Membentuk hubungan antara penerima dengan pemberi/lingkungan menjadi jelek
3)      Jadwal Pengukuhan
Ø  Terus menerus (continuos)
·         Proses belajar lebih cepat
·         Perilaku cepat hapus jika pengukuh dihentikan
Ø  Berselang/sebagian (partial)
·         Efisien
·         Memelihara perilaku
·         Menghindari kejenuhan
Ø  Berjangka waktu sama (fixed interval)
·         Pengukuh diberikan pada waktu tertentu
·         Perilaku muncul dengan frekuensi tinggi menjelang tenggang waktu yang diberikan pengukuh
Ø  Berjangka waktu berbeda (varied interval)
·         Pengukuh diberikan dengan jangka waktu berbeda
·         Perilaku meningkat dengan teratur
Ø  Berjangka ulang sama (fixed ratio)
·         Pengukuh diberikan setelah sejumlah respon
Ø  Berjangka ulang berbeda (varied ratio)
·         Pengukuh diberikan setelah beberapa respon, setiap kali jumlah respon berbeda
4)      Pertimbangan dalam memberikan penguatan positif dan negatif
Ø  Penguat positif akan menimbulkan emosi tertentu yang menyebabkan percaya diri bertambah dan rasa puas
Ø  Penguat negatif akan menimbulkan emosi kurang menyenangkan yang menyebabkan frustasi
Ø  Yang penting adalah pemilihan tepat konsekuensi untuk mengendalikan perilaku karena akan menimbulkan reaksi dramatik dengan reaksi dramatik dengan reaksi emosi yang muncul
Ø  Perbedaan individu perlu diperhatikan bila menerapkan penguat positif dan negatif.
5)      Kesimpulan
v  Reinforcement positif merupakan ssesuatu yang diberikan untuk membentuk dan mempertahankan perilaku
v  Reinforcement negatif merupakan sesuatu yang disingkirkan untuk membantuk dan mempertahankan perilaku.
b.      Conditioned Reinforcement
1.      Unconditioned reinforcer
Suatu stimulus yang menggunakan perilaku tertentu tanpa dikondisikan lebih dahulu
2.      Conditioned reinforcer
Stimulus yang awalnya bukan reinforcer, tapi kemudian diasosiasikan dengan reinforcer lain (back up reinforcer)
v  Faktor-faktor yang mempengaruhi conditioned reinforcer :
·         Kekuatan back up reinforcer
·         Macam back up reinforcer; simple conditioned reinforcer dan generalized conditioned reinforcer
·         Schedule back up reinforcer
v  Contoh conditioned reinforcement : setiap siswa yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan sekolah akan mendapatkan poin. Ketika poin yang terkumpul sejumlah tertentu, siswa akan memeproleh hukuman yang telah disepakati terlebih dahulu.
c.       Intermittent Reinforcerement
1)      Definisi : pemeliharaan perilaku dengan memberikan reinforcer sewaktu-waktu daripada memberikannya setiap saat perilaku muncul.
2)      Keuntungan intermittent reinforcement
·         Reinforcer tetap efektif dalam waktu yang lebih lama daripada continuous reinforcement
·         Perilaku yang diberi intermittent reinforcement cenderung lebih lama hilang daripada yang diberi continuous reinforcement
·         Individu bekerja lebih konsisten
·         Perilaku yang diberi intermittent reinforcement berlangsung dengan cepat ketika dipindah ke reinforcer dalam lingkungan alami.
3)      Ada empat tipe jadwal
1.      Ratio schedule
·         Fixed ratio
Ø  Contoh setiap meminjam dua film di rental dapat bonus satu
·         Variable ratio
Ø  Contoh mesin judi koin
2.      Simple interval schedule
·         Fixed interval
Ø  Contoh gaji pegawai yang dibayar setiap bulan
·         Variable interval
Ø  Contoh Menggunakan internet semakin lama semakin mahal
3.      Interval schedule with limited hold
·         Fixed interval hold dengan limited hold
Ø  Contoh toleransi keterlambatan masuk kelas
·         Variable interval hold dengan limited hold
Ø  Contoh menelepon ketika jaringan sibuk, kita tidak tau kapan telepon akan masuk
4.      Duration schedule
·         Fixed duration schedule
Ø  Contoh pekerja yang dibayar per jam
·         Variable duration schedule
Ø  Contoh menunggu jalanan hingga agak sepi agar dapat menyeberang


 Sumber : Modul dari Dosen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar