expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 26 November 2013

Dimensi Waktu Dalam Komunikasi Antar Budaya




DIMENSI WAKTU DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
Waktu dan perbedaan budaya
Asumsi di kalangan teoritisi Komunikasi bahwa orientasi waktu tertentu berkaitan dengan  “budaya lebih tinggi” (Spengler, 1926).
Hal-hal terkait dengan waktu dan perbedaan budaya adalah:
  1. Analisis waktu
  2. Perwaktuan
  3. Tempo
Konsep waktu dalam budaya dan persepsi antarbudaya dalam literatur Barat, dipenuhi asumsi yang tidak disadari dalam hal mengalami waktu (time experiencing).
Pendefinisian tentang waktu dalam sebuah budaya akan diperluas dalam aspek-aspek budaya yang terkait dengan aspek budaya berkenan dengan ruang, penetapan ruang, dan gerak lewat ruang.
Futurisme dan Komunikasi Interkultural
Futurisme adalah gerakan multidisipliner dalam telaah masa depan budaya . Masa depan bersifat konseptual dan perseptual . Setiap budaya mempunyai citra futuristik beragam . Salah satu dimensi yang berbeda dalam futurisme budaya dalam mempersepsi waktu.
 Kemacetan lalu lintas antarbudaya
Kemacetan komunikasi antarbudaya dapat terjadi diakibatkan antara lain oleh frame, pengalaman dan terutama budaya yang berbeda .
Polak (1961) merupakan pemikir penting dalam pengembangan citra futuristik dalam membentuk budaya.
Mengatur waktu (Timing) dan Menjaga waktu (Timekeeping) di antara budaya-budaya
Dimensi waktu berkenaan dengan bagaimana dan sejauh mana obyektifitas waktu dalam budaya tertentu. Beberapa hal dalam dimensi waktu adalah: cara-cara waktu (time devices); metode menjaga waktu; dan formulasi waktu obyektif. Pengaturan waktu dalam budaya terdiri atas: (1) Waktu Obyektif dan (2) Waktu Subyektif. Waktu obyektif ditransformasikan dengan penggunaan jam. Penggunaan jam sebagai penjagaan waktu obyektif, berpengaruh dalam sejarah perilaku manusia.  Penggunaan jam bagi Wright (1968) selain menumbuhkan konsep waktu obyektif, juga adalah ancaman. Menurut Bruneau (1978) bahaya jam adalah: (1) Tempo obyektif, bila diterima secara meluas, cenderung menghancurkan budaya yang didasarkan pada temporal subyektif; (2) Adopsi standar waktu obyektif yang meluas cenderung menghilangkan keanekaragaman budaya. Penjagaan waktu selain jam berkaitan dengan peristiwa-peristiwa di langit dan alamiah. Pengubahan penjagaan waktu dalam sebuah kelompok budaya, akan mengubah pola karakteristik budaya tersebut. Perbedaan kultural dalam menilai waktu obyektif, dapat menjembatani permasalahan Komunikasi Antarbudaya.
Pacu hidup, tempo budaya dan Komunikasi Interkultural
Jenis-jenis waktu: Waktu biologis, Waktu fisiologis, Waktu perceptual, Waktu obyektif, Waktu psikologis,Waktu sosial, dan Waktu cultural. Pacu hidup kelompok budaya berkenan dengan bagaimana tingkat pengalaman waktu diintegrasikan oleh kumpulan individu dalam kelompok tersebut. Bentuk-bentuk waktu terdiri atas: (1) Waktu Obyektif; (2) Waktu Siklus. Waktu Obyektif-periodik, biasanya digunakan oleh kelompok “primitif”. Waktu Periodik-siklus, adalah perulangan gerakan biologis, alamiah dan benda-benda langit. Tempo budaya adalah interaksi andara bentuk-bentuk waktu obyektif, aperiodik dan siklus dengan peristiwa dan kegiatan personal, sosial dan cultural. Dalam tempo budaya, masyarakat yang terikat waktu disebut clock bound dan mengembangkan pelaziman waktu (temporal conditioning). Dimensi waktu menjadi penting dalam Komunikasi Antarbudaya dengan memahami bahwa perilaku proksemik dan kinesik didasarkan pada kepercayaan waktu (temporal beliefs), sikap, motif, nilai dan perilaku temporal dari semua peserta dalam Komunikasi Antarbudaya.
Taksonomi Lingkungan Waktu
Taksonomi dikembangkan sebagai usaha parsial dalam mendefinisikan kronemika perilaku manusia. Taksonomi dapat digunakan untuk menganalisis dan menelaah perilaku waktu dan lingkungan waktu dan berbagai interaksi manusia.  Beberapa hal yang berhubungan dengan konsep waktu adalah: Dorongan Waktu (temporal drives), Petunjuk waktu (temporal signals), Sinyal Waktu (temporal signals), Perkiraan waktu (temporal estimates), Lambang Waktu (temporal symbols), Kepercayaan Waktu (temporal beliefs), Motif Waktu (temporal motives), Penilaian Waktu (temporal judgements), Nilai Waktu (temporal values).


Sumber : 
Mulyana, Deddy. 2006. Komunikasi Antarbudaya. Bandung: Remaja Rosda Karya

4 komentar: