expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 26 November 2013

Pendekatan Psikologi Client Centered



Client Centered
                   I.            Konsep Dasar Tentang Manusia Menurut Teori Client – Centerd
Client Centered Theory sering pula dikenal sebagai teori nondirektif dimana tokoh utamanya adalah Carl Rogers. Rogers adalah seorang empirisme yang mendasarkan teori-teorinya pada data mentah, ia percaya pentingnya pengamatan subyektif, ia percaya bahwa pemikiran yang teliti dan validasi penelitian diperlukan untuk menolak kecurangan diri (self-deception). Yang mana Rogerian tidak hanya berisi pertanyaan-pertanyaan teori tentang kepribadian dan psikoterapi, tetapi juga suatu pendekatan, suatu orientasi atau pandangan tentang kehidupan.
Rogers membangun teorinya ini berdasarkan penelitian dan observasi langsung terhadap peristiwa-peristiwa nyata, dimana pada akhirnya. ia memandang bahwa manusia pada hakekatnya adalah baik.
Beberapa konsepsi Rogers tentang hakekat manusia (human being) adalah sebagai berikut:
·         Manusia tumbuh melalui pengalamannya, baik melalui perasaan, berfikir, kesadaran ataupun penemuan.
·         Hidup adalah kehidupan saat ini dan lebih dari pada perilaku-perilaku otornatik yang ditentukan oleh kejadian-kejadian masa lalu, nilai-nilai kehidupan adalah saat ini dari pada masa lalu, atau yang akan datang.
·         Manusia adalah makhluk subyektif, secara, esensial manusia hidup dalam pribadinya sendiri dalam dunia subjektif
·         Keakraban hubungan manusia merupakan salah satu cara seseorang paling banyak memenuhi kebutuhannya.
·         Pada umumnya. setiap manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan untuk bebas, spontan, bersama-sama dan saling berkomunikasi.
·         Manusia memiliki kecenderungan ke arah aktualisasi, yaitu tendensi yang melekat pada organisme untuk mengembangkan keseluruhan kemampuannya dalam cara memberi pemeliharaan dan mempertinggi aktualisasi diri. Dimana, Rogers mengemukakan beberapa pendapatnya sebagai berikut:
§  Kecenderungan aktualisasi diri merupakan motivasi pertahanan utama dari organisme manusia.
§  Merupakan fungsi dari keseluruhan organisme.
§  Merupakan konsepsi luas dari motivasi, termasuk pernenuhan kebutuhan dan motif-motifnya.
§  Kehidupan adalah suatu proses aktif dan memiliki kapasitas untuk aktualisasi diri mereka sendiri.
§  Manusia adalah makhluk yang baik, konstruktif atau reliable, dan menjadi bijaksana karena kemampuan intelektualnya.
Dalam teori kepribadian, Rogers memandang bahwa:
§  Setiap manusia berada dalam dunia pengalaman yang terus menerus berubah dengan sendiri sebagai pusatnya.
§  Reaksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya sebagai hal yang dialami dan diterima. Lapangan yang dipersepsi ini bagi individu adalah suatu realitas.
§  Perilaku organisme pada dasamya diarahkan oleh usaha-usaha organisme untuk memperoleh kepuasan terdapat kebutuhannya.
§  Pemahaman perilaku terbaik hanya akan diperoleh melalui atau berdasarkan Frame Of Reference individu itu sendiri.
§  Cara terbaik dalam mengadopsi perilaku adalah berdasarkan pada konsistensi terhadap self concept-nya.
§  Perilaku pertahanan (diri) menunjukkan adanya ketidakkonsistenan antara organisme dengan self consep.
§  Penyesuaian yang optimal atau pribadi yang berfungsi sepenuhnya hanya akan terjadi bila self concept adalah kongruen dengan pengalamannya, dan tindakannya
§  merupakan tendensi aktualisasi diri yang juga merupakan aktualisasi diri yang juga merupakan aktualisasi dari self 
                II.            Teknik Konseling Client Centered
Adapun teknik konseling yang digunakan dalam clien center therapy adalah sebagai berikut:
a.       Aceptance (penerimaan)
b.      Respect (rasa hormat)
c.       Understanding (mengerti, memahami)
d.      Reassurance (menentramkan hati, meyakini)
e.       Encouragement (dorongan)
f.        Limited Questioning (pertanyaan terbatas)
g.       Reflection (memantulkan pertanyaan dan perasaan)
             III.            Kelemahan dan kelebihan Client Centered
a.       Kelebihan client centered
1)      Pemusatan pada klien dan bukan pada terapis
2)      Identifikasi dan hubungan terapi sebagai wahana utama dalam mengubah kepribadian.
3)      Lebih menekankan pada sikap terapi daripada teknik.
4)      Memberikan kemungkinan untuk melakukan penelitian dan penemuan kuantitatif.
5)      Penekanan emosi, perasaan, perasaan dan afektif dalam terapi
6)      Menawarkan perspektif yang lebih up-to-date dan optimis
7)      Klien memiliki pengalaman positif dalam terapi ketika mereka fokus dalam menyelesaiakan masalahnya
8)      Klien merasa mereka dapat mengekpresikan dirinya secara penuh ketika mereka mendengarkan dan tidak dijustifikasi
b.      Kekurangan Pendekatan client centered therapy
1)      Terapi berpusat pada klien dianggap terlalu sederhana
2)      Terlalu menekankan aspek afektif, emosional, perasaan
3)      Tujuan untuk setiap klien yaitu memaksimalkan diri, dirasa terlalu luas dan umum sehingga sulit untuk menilai individu.
4)      Tidak cukup sistematik dan lengkap terutama yang berkaitan dengan klien yang kecil tanggungjawabnya.
5)      Sulit bagi therapist untuk bersifat netral dalam situasi hubungan interpersonal.
6)      Tapi  menjadi tidak efektif ketika konselor terlalu non-direktif dan pasif. Mendengarkan dan bercerita saja tidaklah cukup
7)      Tidak bisa digunakan pada penderita psikopatology yang parah
8)      Minim teknik untuk membantu klien memecahkan masalahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar