expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 28 November 2013

Extinction (Penghapusan)



Extinction (Penghapusan)
Extinction adalah salah satu teknik yang digunakan untuk menurunkan frekuensi dilakukan suatu perilaku tertentu. Extinction merupakan suatu cara untuk mengurangi perilaku yang tidak dikehendaki dengan cara menahan atau tidak memberikan positive reinforcement yang selama ini memperkuat perilaku tersebut. Atau menghentikan pemberian pengukuh pada perilaku yang semula dikukuhkan sampai ke tingkat sebelum perilaku tersebut dikukuhkan.
Prinsip dari Extinction adalah bila suatu tingkah laku muncul selama ini diperkuat oleh adanya positive reinforcement, maka dihentikannya positif reinforcement akan menurunkan frekuensi tingkah laku tersebut.
Sebagai contoh, seseorang mengaku seringkali sakit kepala. Setelah dikaji, ternyata ketika ia mengeluhkan sakit kepala, ia mendapat perhatian dari orang lain, sehingga keluhan sakit kepalanya selalu meningkat. Karenanya jika ia mengeluh sakit kepala, orang-orang sekelilingnya berusaha untuk tidak memberinya perhatian, dengan demikian, perilaku mengeluhkan sakit kepalanya berkurang.
Contoh lainnya, ketika seseorang menekan tombol mesin minuman, maka minuman kaleng akan keluar. Suatu ketika mesinnya rusak, seseorang menekan tombol mesin tetapi minuman tidak keluar. Ia akan menekan tombol mesin dengan lebih keras dan lebih sering lagi. Minuman kaleng tetap tidak keluar, sehingga lama-kelamaan ia tidak lagi menekan tombol mesin minuman tersebut.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Extinction
1.      Controlling Reinforcers for the Behavior That Is to Be Decrease
Reinforcer yang diberikan oleh orang lain atau oleh lingkungan fisik dapat merusak proses extinction. Mengontrol reinforcer pada perilaku yang ingin diubah. Reinforcer diperoleh dari orang lain atau dari lingkungan tempat individu tinggal. Untuk itu setiap orang yang berhubungan dengan klien, harus secara kosisten menerapkan extinction.  Sebagai contoh, seorang anak yang meminta popcorn untuk dimakan sambil menonton TV. Ibu mengabaikannya, sehingga anak berhenti menangis dan meminta. Tetapi beberapa waktu kemudian, ayahnya pulang dan mengambilkan popcorn, maka kelak anak akan menangis kembali ketika meminta popcorn.
2.      Extinction of a Behavior Combined with Positive Reinforcement for an Alternative Behavior
Pada perilaku-perilaku tertentu, jika extinction dikombinasikan dengan positive reinforcement. Kombinasi keduanya akan lebih cepat menurunkan frekuensi dari perlaku yang tidak dikehendaki dan mungkin sampai pada tingkayan yang paling rendah. Positive reinforcement sebaiknya tidak diberikan tepat saat perilaku yang tidak dikehendaki selesai dilakuakn. Pada erilaku-perilaku tertentu, jika extinction dikombinasikan denganpositive reinforcement, akan memberi efek yang lebih cepat dalam mengurangi tingkah laku yang tidak diinginkan.
Sebagai contoh seorang ibu mengabaikan rengekan anaknya ketika meminta es krim, setelah rengekannya tidak terdengar lagi, maka segera berikan positive reinforcement berupa pujian. Interval waktu dari perilaku ke positive reinforcement bisa semakin lebar. Misal diberikan pujian setelah rengekan berhenti selama 5 detik meningkat sampai 25 detik.
3.      The Setting in Which Extinction is Carried Out
Perubahan setting (tempat diterapkannya program extinction) dilakukan untuk meminimalisir reinforcer yang mungkin diberikan oleh orang lain. Selain itu juga memaksimalkan peran behavior modifier terhadap program. Hal yang penting adalah: mempertimbangkan setting dimana proses extinction akan dilakukan, yaitu dengan : Memindahkan pengaruh dari reinforcer alternative pada perilaku yang akan dikurangi, Memaksimalkan kemungkinan-kemungkinan.
4.      Instructions : Make Use of Rules
Berikan penjelasan. Ada kemungkinan untuk memberikan penjelasan mengenai proses extinction ini kepada individu yang bersangkutan, sehingga dapat mempercepat proses pengurangan perilaku yang tidak dikehendaki. Namun hal ini dapat menjadi sesuatu yang kompleks.
Sebagai contoh, ketika setiap hari ketika suami pulang bekerja ia selalu komplain tentang kemacetan. Istri mengatakan bahwa kemacetan sepulang kerja akan tetap sama setiap harinya dan ia juga mengatakan bahwa ia sebenarnya senang berbincang dengan suaminya, namun jika suaminya komplain tentang kemacetan, maka ia akan mengabaikannya. Walaupun memerlukan lebih dari 1 kali percobaan, komplain suami tentang kemacetan akan berkurang.
5.      Extinction May Be Quicker After Continuous Reinforcement
Extinction memiliki efek yang lebih cepat jika diikuti oleh reinforcement yang berkesinambungan. Extinction akan lebih cepat setelah continous reinforcement (dimana setiap respons mendapatkan reinforcer) dibandingkan jika extinction (dimana respon mendapatkan reinforcement hanya pada waktu tertentu/kadang-kadang). Perilaku yang sulit dihilangkan dikenal dengan resistant to extinction.
6.      Behavior Being Extinguished May Get Worse Before It Gets Better
Selama extinction diterapkan, bisa jadi perilaku yang tidak dinginkan semakin parah sebelum berkurang. Hal ini dinamakan extinction burst.
Misal ketika seseorang menekan tombol mesin minuman, maka minuman kaleng akan keluar. Suatu ketika mesinnya rusak, seseorang menekan tombol mesin tetapi minuman tidak keluar. Ia akan menekan tombol mesin dengan lebih keras dan lebih sering lagi. Minuman kaleng tetap tidak keluar, sehingga lama-kelamaan ia tidak lagi menekan tombol mesin minuman tersebut.
Karenanya penting untuk diketahui oleh behavior modifier, jangan sampai ia menyerah karena melihat perilaku yang tidak diinginkan justru semakin parah, namun jika diperkirakan extinction burst akan membahayakan, maka tidak usah menggunakan program extinction.
7.      Extinction May Produce Aggression That Interferes With The Program
Hal yang kurang menyenangkan dari proses extinction adalah terkadang proses extinction menghasilkan sekap agresif. Namun, jika kita menyerah pada munculnya sikap ini, program kita tidak akan berhasil. Tidak hanya perilaku yang tidak kita inginkan tidak berkurang frekuensinya, namun akan muncul perilaku baru, agresif.
Sebagai contoh ketika mesin minuman tidak mengeluarkan minuman, maka mungkin bisa saja kita menendang atau memukul mesin tersebut. Penelitian memperlihatkan bahwa exticntion lebih banyak menimbulkan agresivitas jika tidak dibarengi dengan pemberian reinforcement positif.
8.      Extinguished Behavior May Reappear After a Delay
Perilaku yang sudah hilang pada saat program extinction, bisa jadi muncul kembali setelah beberapa waktu. Biasa disebut dengan spontaneous recovery. Biasanya spontaneous recovery lebih sedikit terjadi daripada perilaku yang tidak diinginkan ketika dalam program extinction.
Guidelines For The Effective Application of Extinction :
1.      Memilih perilaku yang akan dikurangi
a)      Perilaku harus spesifik,
misal dari perilaku mengganggu, perilaku mana yang akan di terapkan extinction.
b)      Ingat extinction burst dan agresivitas yang mungkin timbul selama program berlangsung.
c)      Pilih perilaku dan perhatikan reinforcement yang mempertahankan perilaku tersebut.
2.      Pertimbangan awal
a.       Pencatatan perilaku
b.      Identifikasi reinforcement yang mempengaruhi perilaku
c.       Identifikasi perilaku yang diinginkan
d.      Identifikasi reinforcer yang dapat diberikan untuk perilaku yang diinginkan
e.       Pilih setting dimana program dapat sukses
f.       Yakinlah situasi akan mendukung
3.      Pelaksanaan rencana
a.       Beritahu klien mengenai rencana sebelum dimulai
b.      Gunakan positive reinforcement
c.       Konsisten
4.      Sapih klien dari program (menghentikan program)
a.       Ketika perilaku yang tidak diinginkan sudah hilang, waspada dengan kekambuhan perilaku tersebut.
b.      Alasan yang mungkin mengagalkan program :
1)      Perilaku yang diinginkan tidak diperkuat secara konsisten
2)      Perilaku yang tidak diinginkan mendapat penguatan dari pihak lain
c.       Memberikan reinforcement pada perilaku yang diinginkan
Sifat-sifat Extinction
·         Jadwal pemberian pengukuh
Ø  Jadwal terus menerus lebih cepat hapus daripada jadwal berselang
Ø  Jadwal bervariasi lebih resisten daripada jadwal berjangka sama
·         Banyaknya pengukuh yang telah diterima
·         Usaha
Keunggulan Penghapusan
·         Efektif jika dikombinasikan dengan prosedur lain
·         Menimbulkan efek yang tahan lama
·         Tidak menimbulkan efek samping senegatif prosedur hukuman
Kelemahan Penghapusan
·         Efek tidak terjadi dengan segera
Ø  Perilaku membahayakan tidak cocok
·         Frekuensi agresif dapat muncul
·         Imitasi perilaku oleh orang lain
·         Kesulitan menemukan pengukuh yang mengontrol perilaku
·         Kesulitan menghentikan pengukuhan
Penggunaan Efektif Penghapusan
·         Menemukan pengukuh yang memelihara perilaku
·         Komunikasi jelas dan tegas
·         Menjalankan prosedur ini cukup lama
·         Mengkombinasikan dengan prosedur lain
Tiga kemungkinan terjadinya kegagalan dalam proses extinction :
1.      Reinforcer yang tidak diberikan yang mengikuti perilaku yang tidak diinginkan, bukan merupakan reinforcer yang memeprtahankan perilaku tersebut.
2.      Perilaku yang tidak diinginkan mendapatkan intermittent reinforcement dari orang atau sumber lain.
3.      Perilaku alternatif yang diinginkan tidak cukup kuat.


Sumber :
Modul dari Dosen Makul Modifikasi Perilaku

1 komentar: