expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 24 April 2015

Stop HIV & AIDS

STOP HIV & AIDS
Hai readers, gimana kabarnya?? Pasti baik-baik aja kan ya?? Kali ini saya akan membahas tentang HIV & AIDS.. Heemm,,. Pasti tidak asing kan ya..,, Langsung kita bahas aja yuks guys!! Happy Reading !!
Pengertian HIV & AIDS
HIV atau Human Immunodeficiancy Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih didalam tubuh (limposit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan, namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan kegiatan beresiko (berhubungan seks beresiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain).
AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker. Stadium AIDS membutuhkan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah Virus HIV di dalam tubuh sehingga bisa sehat kembali.
Penularan
HIV bisa ditularkan kepada orang lain melalui,
1.      Hubungan seks tanpa kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk kedalam tubuh pasangannya.
2.      Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan atau waktu menyusui.
3.      Melalui tranfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama salat suntik dikalangan pengguna narkoba suntik (penasun).
Apakah transfus darah di fasilitas kesehatan beresiko menularkan HIV?
Tidak beresiko karena umumnya, Palang Merah Indonesia dan fasilitas kesehatan selalu melakukan pencegahan atau skrining HIV pada darah donor sebelum melakukan tranfusi kepada orang lain. Sehingga darah yang tercemar HIV tidak digunakan.
Apakah resiko infeksi HIV dapat dicegah?
Resiko infeksi HIV dapat dicegah dengan:
Abitinence – Tidak berhubugan seks (Selibat)
Be Faithful – Selalu setia pada pasangan
Condom – Gunakan kondom pada setiap hubungan seks beresiko
Drugs – Jauhi penggunaan narkoba
Education – Memberikan pendidikan
Bagaimana cara mengetahui status HIV?
Orang yang sedang dalam tahap HIV tidak bisa kita kenali. Mereka tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun. Status terinfeksi HIV hanya dapat mengetahui setelah mengikuti test HIV yang disertai konseling. Maka segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk test HIV.
Apa yang dimaksud dengan tes HIV?
Layanan test HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing). Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi HIV didalam sampel darah. Tes HIV bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan test HIV, akan dilakukan konseling untuk mengetaui tingkat resiko infeksi dari perilaku selama ini dan bagaimana nantinya harus bersikap setelah mengetahui hasil test HIV.
Apakah ada pengobatan untuk HIV dan AIDS?
Terinfeksi HIV bukanlah vonis mati. AIDS dapat dicegah dengan pengobatan Antiretorial atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV didalam tubuh sehingga orang terinfeksi HIV dengan gejala dapat kembali “sehat” atau “bebas gejala”. Namun, virus HIV masih ada didalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan kepada orang lain.
Apakah orang yang telah terinfeksi HIV boleh berkeluarga dan memiliki keturunan?
Resiko penularan kepada pasangan melalui hubungan seksual dapat dicegah dengan penggunaan kondom. Pengobatan dengan ARV juga dapat menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuh manusia sampai ke batas yang tidak terdeteksi sehingga resiko penularan ke pasangan dapat dikurangi, namun harus tetap menggunakan kondom.
Orang yang telah terinfeksi HIV bahkan tetap dapat memiliki keturunan dengan aman. Melalui Program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA/PMTCT), penularan HIV dari Ibu ke Anak saat kehamilan, melahirkan dan menyusui dapat dikuramgi sampai 0%. Calon orang tua dapat menekan resiko penularan pada anak dengan mengetahui status HIV sejak dini. Berkonsultasilah dengan dokter yang merawat.
Apakah orang yang telah terinfeksi HIV perlu dihindari?
Anda tidak perlu menghindari orang yang telah terinfeksi HIV. Penuralan HIV terjadi melalui cara-cara yang spesifik. Berinteraksi sosial dengan orang yang telah terinfeksi HIV tidak menyebabkan penularan HIV.
Adakah keterkaitan Infeksi HIV dan Infeksi Menular Seksual?
Infeksi Menular Seksual atau IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, dubur/anus atau mulut. Orang yang mengidap IMS memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV. Perlukaan pada kelamin karena adanya IMS dapat mempermudah seseorang tertular HIV saat berhubungan seks tanpa pengaman.
Gejala yang timbul tergantung pada jenis IMS yang diderita. Beberapa gejala IMS yang mungkin timbul adalah
·         Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus
·         Nyeri atau terasa panas waktu kencing
·         Benjolan, bintil atau luka pada penis, vagina, anus atau mulut
·         Pembengkakan pada pangkal paha
·         Pendarahan setelah melakukan hubungan kelamin
·         Nyeri pada perut bawah (wanita)
·         Nyeri pada buah pelir
Penyakit IMS misalnya
·         Sifilis
·         Kencing nanah (Gonore)
·         Klamidia
·         Herpes Genitalis
·         Infeksi Trikomunas
·         Kutil Kelamin
Bila terdapat gejala diatas, jangan mengobati diri sendiri dengan obat bebas di pasaran. IMS itu mencakup banyak jenis penyakit. Segera periksakan diri anda ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
Mendobrak Mitos HIV
1.      HIV tidak menular dikolam renang umum
2.      HIV tidak menular dengan berbagai alat makan rumah tangga
3.      HIV tidak menular melalui batuk atau bersin
4.      HIV tidak menular karena berjabat tangan
5.      HIV tidak menular melalui gigitan nyamuk atau serangga
6.      HIV tidak menular karena berciuman


Sumber: KPA Klaten

Jumat, 10 April 2015

Merapi


Merapi adalah salah satu gunung yang menjadi incaran untuk didaki dari awal punya hobby naik gunung. Dua minggu sebelum tanggal 28 Maret sudah merencanakan untuk naik ke Merapi. Persiapanpun dimulai sehari sebelum pendakian di mulai. Saat tiba tanggal 28 Maret 2015, doa semoga hujan tidak datangpun tak lupa dipanjatkan. Sesuai perjanjian sabtu, tanggal 28 Maret 2015, pukul 4 sore berkumpul di Tugu Lilin Pajang kita harus berkumpul. Karena ada sesuatu hal, salah satu teman dari kami mendadak tidak bisa ikut dikarenakan ada acara keluarga, maka waktu keberangkatanpun molor. Pukul 4 sore pun saya dan Kang Debi, teman saya baru berangkat dari rumah saya di pakis, wonosari, klaten. Doa dan pamit kepada Ibupun, tak lupa saya haturkan agar lancar dan selamat tanpa halangan apapun dan ridho Ibu saya peroleh untuk mempermudah segala perjalan dan kegiatan yang akan saya lalui. Perjalanan kami mulai ke SMA N 1 Wonosari telebih dahulu untuk menjemput teman saya, Putri.  Dan perjalanan kami lanjutkan akhirnya baru sampai daerah salakan hujanpun menyambut kami. Kami berhenti sejenak untuk mengenakan mantol, setelah mantol siap dibadan, kami melanjutkan perjalanan kami ke tugu lilin pajang. Sampai di tugu lilin pajang hujanpun baru hadir menyambut kami. Akhirnya kami harus berteduh terlebih dahulu di salah satu kost teman kami dan untuk mempacking semua bawaan kami. Sampai dikost sudah ada lima pangeran gunung yang sudah siap cus untuk mendaki gunung. Untuk berangkat kamipun menunggu hujan reda, kami masih setia dan sabar menunggu hujan itu reda. Hujan pun tak kunjung reda, dan kira pukul setengah delapanan kami memutuskan untuk meninggalkan kost menuju selo, basecamp merapi. Perjalanan malam kami lalui, pom bensin tak luput kami kunjungi untuk mengisi tank sepeda motor kami masing-masing. Setalah semua tanki terisi kami melanjutkan perjalanan, dan kami harus berhenti lagi di Bank Boyolali untuk bertemu salah satu teman kami lagi. Setelah genap sepuluh orang, dengan bacaan basmalah kami mulai meluncur menuju basecamp merapi, kami mulai mejelajahi jalan cepogo. Satu jam berlalu, dingin mulai menusuk ke kulit akhirnya kami sampai di Basecamp Merapi di Selo. Segera langsung kami memarkirkan sepedamotor kami. Membeli dan mendaftar untuk mendaki tak lupa kami lakukan. Setelah tiket ditangan kami memutuskan untuk packing ulang dan beristirhat di New Selo, karena di Basecamp sudah penuh. Tiket kami tunjukan ke petugas, senyuman dan sapaan petugas kami dapatkan. Perjalanan menuju ke New Selo kami lakukan. Jalan menuju New Selo aja, kami udah ngeh-ngehan (nafas nya), akhirnya sampai juga di New Selo. Ternyata di sana sudah banyak pendaki yang beristirahat dan kami juga ikut beritirahat untuk menyiapkan tenaga untuk memulai perjalanan panjang dengan tujuan puncak merapi.

22:30 waktu wilayah New Selo, Selo, Boyolali, Jawatengah. Kami mulai perjalanan menuju puncak merapi. Senter siap dinyalakan dan jalanan setampak mulai kami susuri, kanan-kiri ladang menemani perjalanan kami. Track terus naik kami lalui, perjalanan terus kami lewati, pemandangan di belakang mengelitik pengen di tengok, dan akhirnya pun saya menengok ke belakang. Subhanallah, maha besar Allah ciptaanNya begitu indah, lampu kerlip kota terlihat jelas, nyata dan mempesona seolah tak mau menghilang dari pandangan mata. Tapi perjalanan musti dilalui, waktunya balik kanan membelakangi kemerlip lampu kota untuk melanjutkan perjalanan. Track semakin lama, semakin menguras hati, uuppss.. menguras tenaga maksudnya.. hehhe... track tanah berbatu mulai kami temui, dan seolah-olah memanggil untuk dilalui. Siap dach, lalui aja dech... sekitar pukul setengah dua belas kami sampai di gerbang selamat datang, saya kira pos satu tiwas seneng, ternyata belum.. hhuuu... kami memutuskan untuk istirahat bersama pendaki lainnya. Tak disangka airpun mulai mengalir dari langit. Semakin lama kami beristirahat, semakin dingin yang kami rasakan. Karena  pendaki lain mulai berdatangan ke tempat berteduh tersebut, kami memulai melanjutkan perjalanan kami dengan berpakaian mantol kami menyusuri perjalanan menuju ke Pos 1. Track yang kami lalui semakin apalah-apalah klo kata teh iis dahlia, hehhee. Sebelum sampai pos 1, kami menemui batu yang sangat besar. Sekitar pukul setengah satu kami sampai di batu Belah. Ya, batu belah itu adalah pos pertama. Di pos satu, kami menggigil dan memutuskan untuk membuat minum hangat. Nesting kami keluarkan, gas kami keluarkan, kompor dan air tak lupa ikut disiapkan. Air sudah masuk ke dalam nesting, dan nesting sudah duduk diatas kompor, dan kami mulai menunggu air mendidih sembari menyiapkan susu cair. Selama kami menunggu, hidung saya mendapat aroma nasi goreng dari pendaki sebelah yang membuat perut keroncongan dan saya hanya bisa memandang dengan muka pengen. Setelah air mendidih mas koki kami dengan sigap menyiapkan minuman hangat. Aassyyeekk mas koki dengan sigap menghadirkan segelas susu hangat dan bisa sedikit menghangatkan badan dan membasahi tenggorokan. Setelah selesai menikmati susu hangat, kami mulai mengemas gelas, kompor, nesting dan lain-lain kedalam tas kembali untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan. Setelah istirahat dirasa cukup, perjalanan kami lanjutkan. Track yang harus dilalui semakin apalah-apalah, tapi malah menantang untuk ditaklukkan. Air turun dari langit semakin deras, dingin mulai merasuk ke tubuh, langkah mulai lelah, cacing di perut mulai protes. Dan tanpa kita sadari, kami mulai terpisah dengan rombongan. Karena keadaan sudah tidak mendukung perjalanan dan karena kebetulan pendaki waktu itu banyak, takutnya tidak kebagian tempat ngecamp,  maka Mas aris dan mas koki memutuskan untuk berjalan lebih dulu untuk mencari tempat untuk ngecamp. Tinggal saya bersama mas fendy, dila dan mas pacar e dila berjalan pelan-pelan sambil menunggu Kang Debi, Putri, Mas Gondrong dan Mas Kempyes. Perjalanan semakin lama semakin membutuhkan tenaga yang lebih. Sekitar pukul dua, sampailah saya berempat didaerah yang disebut dengan rumputan. Disana kami bertemu dengan mas aris dan mas koki sedang mendirikan mahligai tenda dibawah guyuran hujan, uuppss dome maksud saya.. hehhe. Dan saya memutuskan menunggu tenda jadi di bawah tenda biru, uuppss guyuran hujan maksud saya.. maaf efek galau mungkin, mari kembali ke cerita saya kembali. Tenda dome akhirnya jadi, dan kami mulai masuk ke dome satu per satu. Akhirnya kami berenam berada di dalam dome dan mas koki siap beraksi kembali membuat minum hangat kembali. Tak lupa makanan ringan satu per satu dikeluarkan untuk mengusir dingin. Air hangat jadi makanan ringan siap, langsung ccuuss dech kita makan. Dingin semakin mengusik badan dan kami memutuskan untuk tidur, sb siap digelar untuk menghangatkan badan. Hujan semakin lama tidak semakin reda, malah semakin deras dan menyebabkan dingin yang apalah-apalah. Dingin ternyata tidak bisa membuat kami tidur tidak nyenyak karena kita terus menggigil. Dan saya tetap mencoba memejamkan mata tapi terganggu dengan dingin yang semakin menusuk-nusuk ke tulang walaupun hujan sudah reda. Akhirnya saya memutuskan keluar dari dome dan menunggu matahari terbit dalam kedinginan. Saya terdiam di atas batu di depan dome menunggu matahari yang dengan malu-malu untuk menunjukkan keindahannya. Tak lama mas fendy pun ikut keluar dari dome untuk menyaksikan matahari terbit. Tak kami sia-siakan kesempatan kali ini menikmati matahari terbit di atas awan. Cepret sana, cepret sini, cepret sono, gaya gini, gaya gitu kami lakukan. Akhirnya mas aris juga nyusul untuk menikmati matahari terbit. Setelah matahari telah menunjukkan keindahannya dengan sempurna. Kami bertiga memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke puncak merapi. Sebelum kami berangkat, kami menawarkan kepada teman-teman yang masih di dalam dome. Dan teman-teman di dalam dome sudah tidak minat sepertinya untuk melanjutkan perjalanan ke puncak, maka kami bertiga lah yang melanjutkan perjalanan. Perjalanan kami bertiga hanya bermodal air dengan botol sedang dua buah dan kamera untuk menuju ke puncak merapi. Perjalanan bebatuan mulai kami lalui, pasar bubrah seolah-olah memanggil-manggil untuk di kunjungi. Sesampai pasar bubrah, subhanallah Maha Besar CiptaanMu, Ya Allah. Puncak merapi terlihat sangat gagah. Track pasir segera kami lalui untuk menuju puncak, ternyata track ini memerlukan tenaga yang tidak sedikit. Dikit demi sedikit kami lalui track ini. Setelah melalui track pasir, kami mulai melewati track bebatuan. Tak disangka ternyata bebatuan tersebut diinjak masih goyang dan bisa jatuh, ekstra hati-hati diperlukan disini. Teriakan yang sering kami dengar saat mendekati puncak adalah “Awas Batu, awas batu..” pendaki satu dengan lainnya saling mengingatkan dikala batu jatuh mengelinding dari atas ke bawah. Perjalanan terus kami lalui disisa-disisa air yang kami miliki. Akhirnya sampai lah kami dibibir kawah. Kami memutuskan disinilah puncak kesepakatan kami. Disinilah kami beristirahat dan mulai mengabadikan kesempatan ini. Camera mulai dikeluarkan dan kami mulai beraksi di depan kamera. Background puncak garuda, gunung merbabu, pasar bubrah dan kawah pun tak luput dari jepretan dan kita memasang diri di depan background tersebut. Akhirnya pukul sembilan kami memutuskan untuk kembali ke tempat ngecamp, kami takut teman-teman menunggu terlalu lama disana dan tidak enak juga. Perjalanan turun dari puncak ternyata juga harus ekstra hati-hati, kami harus bisa pilih-pilih batu yang akan kita jadikan pijakan untuk menahan beban kita, kalau salah milih batu, batu tersebut akan jatuh dan membahayakan pendaki lainnya yang berada di bawahnya. Satu jam berlalu kami semakin jauh meninggalkan puncak dan semakin dengan tempat ngecamp. Wwuuiiss, tanpa kita sadari teman-teman sudah berkumpul disana. Komplit deh jumlah kita bersepuluh. Alhamdulillah kita datang dengan cacing protes, ternyata mas koki sudah menyiapkan sarapan untuk kita. Dan menu sarapan di merapi kali ini adalah rica-rica ayam. Karena teman-teman sudah pada sarapan, tanpa pikir panjang langsung dech saya, mas aris, mas fendy menyambar rica-rica ayam tersebut dengan nasi. Dan tanpa kita sadari ternyata mas pacar e dila tak terlihat di sekeliling kita, setelah ditanyakan ternyata dia melanjutkan perjalanan ke puncak merapi sendiri, katanya tadi udah pamit. Tapi saya tidak tau, mungkin karena saya keasyikan menikmati sarapan rica-rica ayam dan mungkin saking laparnya.. hehhehe. Setelah selesai makan, kami istirahat sebentar dan memulai packing barang-barang ama menunggu salah satu teman yang melanjutkan perjalanan ke puncak. Packing kami sudah selesai dan teman kami tak kunjung datang, kami menunggu dengan menikmati pemandangan yang ada, dan monyet melintas tak luput dari pengelihatan kita. Pukul setengah satu akhirnya salah satu dari kami muncul dari atas, menunggu dia beristirahat sebentar lalu kami melanjutkan perjalanan turun menuju basecamp untuk pulang. Kami melalui jalan yang berbeda dengan jalan pendakian semalam. Pos satu kita sampai akhirnya dan perjalanan menuju gerbang kami lanjutkan dua monyet menyambut kedatangan kami. Akhirnya sekitar pukul tiganan kami sampai di New Selo. Alhamdulillah akhirnya sampai juga dibawah, kita memutuskan untuk memsak mie untuk menganjal perut, serasa perut sudah terisi, kami melanjutkan perjalanan ke basecamp dan kami beristirahat kembali. Akhirnya sekitar pukul empat kami memutuskan perjalanan pulang ke rumah masing-masing. Perjalanan melelahkan telah kami lalui, sekitar pukul enam sampailah saya dengan selamat di rumah saya disambut oleh ibu saya. Alhamdulillah bu akhirnya bisa ngerasain puncak merapi atas doa dan ridhomu.. hehhe. Inilah perjalanan yang sangat melelahkan dan mengesankan dan Alhamdulillah akhirnya keinginan saya di puncak merapi sudah kesampaian.
















Ucapan Terimakasih, Salam-salam:
Alhamdulillah Terimakasih Allah atas izinMu, akhirnya hambamu ini bisa melakukan perjalanan ke Puncak Merapi dan sampai rumah dengan selamat.
Terimakasih Ibu, atas doa dan ridhonya juga bisa ke Puncak Merapi dan sampai rumah dengan selamat.

Terimakasih Adhek yang selalu mendukung pendakianku dan ikut menyiapkan peralatanku.
Terimakasih untuk teman-teman, KangDebi, Putri, Dila, Mas Aris, Mas Fandy, Mas Grandong, Mas Kempyes, Mas Koki dan Mas pacar e Dila yang sudah menemani pendakian kali ini.


Teman-teman BKI A 2012, Kalian dapat salam dari Merapi. Nama kalian juga udah tak tuliskan di puncak merapi.. hhheehehe



Buat yang ndak jadi ikut, makasih ya semangatnya.. hehe.. maaf tas e jenengan tak rusakin.. hehhe... makasih kamu... 
Dek’e sing bien, inget ngak dulu aku pernah bilang ke kamu, kalau suatu saat nanti saya pasti akan sampai ke puncak merapi entah kapan waktunya. Dan kali ini aku buktikan akhirnya saya sudah bisa ke puncak merapi berkat izin dari Allah, ridho dari Ibu.



Minggu, 22 Maret 2015

Mengasah Kepekaan Diri


A.    Pengertian Kepekaan
Manusia tumbuh dan berkembang di sebuah lingkungan. Manusia pun tumbuh dengan rasa peka atau sensitivitas jiwa bermula dari lingkungan yang lebih luas dan global. Kepekaan terhadap lingkungan pun juga mengalami peningkatan. Seorang individu diasah dan ditempa untuk mengenal nilai moral baik buruk, pantas tidak pantas, mulia, hina, sikap-sikap yang membawa pada keberhasilan, atau pola perilaku yang mengakibatkan kegagalan. Tumbuhnya kepekaan diri dan kepekaan sosial tersebut selanjutnya akan membentuk kepribadian seseorang.
Bentuk kepekaan diri, antara lain: peka terhadap ekspresi wajah dan perasaan, pikiran, pendapat, dan lain-lain. Adapun kepekaan sosial contohnya peka terhadap berita di media massa, perilaku ikut-ikutan, gosip, fitnah, serta pergaulan. Observasilah ekpresi orang ketika mengungkapkan perasaan dan pikirannya. Nisalnya saat sedih, senang, marah, dan sebagainya.
            Catatlah hal-hal sekecil-kecilnya, meliputi berikut ini.
1.      Gerakan mata: tatapan, gerak pupil atau gerakan hitam, arah pandang, lirikan, berkaca-kaca, dan tetesan air mata.
2.      Gerakan mulut atau bibir: senyum (tipis, sinis, lebar), pojok bibir (ke atas ke bawah), gemetar.
3.      Isyarat suara: datar, rendah, tinggi, berbisik, lantang.
4.      Isyarat tangan: bergerak, gemetar, mengepal, menuding, dan menggit jari.
5.      Gerakan badan: condong, mendekat, menjauh, jantung berdebar-debar.
Kepekaan diri akan menumbuhkan jiwa yang responsif, empati, dan peka terhadap apa yang terjadi di lingkukan sekitarnya. Kepekaan jiwa dapat menjauhi sikap egois, mau mennag sendiri, atau mementingkan diri sendiri.
Bagaimana menurut kalian sikap terbaik dalam menghadapi ekspresi perasaan orang lain? Bagaimana tutur kata atau ekpresi wajah atau tindakan kalian menanggapi perasaan orang-orang terdekat kalian?
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kepekaan adalah sifat sensitif seseorang terhadap suatu keadaan atau perilaku orang lain, baik perilaku yang menyenangkan maupun perilaku yang tidak menyenangkan (menyakitkan). Sifat peka sangat erat hubungannya dengan perasaan/hati seseorang.
B.     Peka Terhadap Pemberitaan
Berita adalah kabar tentang sesuatu keadaan. Baik keadaan alam maupun keadaan manusia ataupun keadaan suatu negara di dunia ini. Sumber berita itu bisa dari mulut ke mulut, melalui radio, televisi, internet, maupun melalui media massa (koran, majalah).
Berita di media massa itu dahsyat pengaruhnya. Berita itu mudah tersebar secara luas, sehingga mempengaruhi pikiran dan sikap jutaan pembaca atau penerimanya. Inilah yang disebut bahwa berita dapat membentuk opini publik.
Bahayanya apabila berita itu menyangkut citra dan martabat seseorang. Khususnya bila berita itu tidak benar, isu, gosip, ditambah-tambah, dibelok-belokan, atau fitnah. Hal inilah yang sering dikeluhkan bahwa pemberitaan dapat menghakimi atau membunuh karakter seseorang individu. Ini tidak adil dan kejam! Di samping itu, jurnalistik memang menganut prinsip anomali, yaitu sesuatu yang anah, “sakit”, penyimpang, dan unik dinilai sbagai daya tarik berita. Naumun sayang, suatu berita dianggap seolah-olah mewakili keadaan mayoritas pada umumnya.

Untuk berita yang baik biasanya orang tidak begitu mempedulikan atau dianggap biasa-biasa saja. Tetapi untuk berita buruk menyangkut status seseorang seperti perselingkuhan, kawin cerai selebritis, korupsi pejabat, kasus narkoba bagi siswa SMP atau SMA akan cepat membuat heboh. Bahkan menjadi hot line (berita yang hangat) yang sangat diminati oleh para pembaca. Namun bagi pelajar harus selektif dalam mencerna atau membaca berita, bila kita mengetahui berita yang menyangkut kejelekan seseorang, maka tidak usah dibesar-besarkan. Bila perlu dieliminasi, agar tidak mudah tersebar meluas, sebagai pelajar hendaklah kita sendiri dan secara religius orang yang menjaga/menutupi aib saudaranya akan mendapatkan pahala di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Percaya Diri


A.    Pentingnya Rasa Percaya Diri
Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Percaya Diri atau yang sering kita sebut dengan PeDe? Percaya diri merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki penghargaan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya.
Percaya Diri juga ada yang mengartikan, kondisi mental atau psikologis diri seseorang yang memberi keyakinan kuat pada dirinya untuk berbuat atau melakukan sesuatu tindakan. Orang yang tidak percaya diri memiliki konsep diri negatif, kurang percaya pada kemampuannya, karena itu sering menutup diri.
B.     Membangun Rasa Percaya Diri
Rasa percaya diri itu sangat dibutuhkan untuk membangun semangat dalam meraih kesuksesan. Bagaimana caranya agar kita dapat membangun rasa percaya diri? Yuukkss, mari ikuti...,  hehhehe
1.      Belajar Mengatasi Perasaan
Seperti kebanyakan orang, pasti ada saat ketika kita merasa marah, sedih, terluka, frustasi atau stres berat. Jangan biarkan perasaan-perasaan ini menguasai kita! Carilah jalan untuk menyalurkan emosi lewat aktifitas fisik.
2.      Sadar Bahwa Kita Sendirilah yang Bertanggung Jawab atas Sikap dan Tindakan Kita
Orang lain mungkin mencoba memengaruhi kita dengan perkataannya. Ia mungkin menekan kita untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Mungkin, ia meremehkan kita agar membuat dirinya merasa lebih baik dari kita. Jangan lampiaskan amarah pada orang itu1 apalagi menuruti semua yang mereka minta. Sebaliknya, berhentilah sejenak, tarik napas dalam-dalan, sadarlah bahwa kita selalu memiliki pilihan, dan pilihan itu adalah lakukan apa yang benar menurut diri kita.
3.      Berani Mengambil Keputusan
Kita mungkin terbiasa dengan kenyataan bahwa selama ini keputusan untuk kita dibuat oleh orang tua, guru atau pihak-pihak yang lebih tua lainnya. Namun, kita sendiri juga punya kesempatan untuk mengambil lebih banyak keputusan, dalam hidup kita. Contohnya, kursus apa saja yang ingin kita ambil, kegiatan-kegiatan apa yang ingin kita ikuti, siapa saja teman kita bergaul, dan bagaimana kita ingin menghabiskan waktu. Membuat keputusan membutuhkan rasa percaya diri.
4.      Fokus pada Hidup Kita Sendiri, Bukan Hidup Orang Lain
Mudah sekali memandang sekitar dan membandingkan diri kita dengan orang-orang yang kita anggap “lebih baik” dari kita. Kita mungkin melihat kelompok atau sekumpulan orang populer yang tampaknya memiliki lebih banyak rasa percaya diri dan kekuatan daripada diri kita. Namun yang harus kita lakukan adalah fokus pada diri kita sendiri, jangan hiraukan orang lain!
5.      Sorakan-Sorakan Pembangkit Semangat
Ingat bahwa cara kita bicara pada diri sendiri memainkan peranan penting pada cara kita memandang diri. Jangan pusatkan perhatian pada hal-hal yang salah dalam hidup ini! Katakanlah pada diri sendiri, apa saja yang telah kita kerjakan dengan benar! Jangan berpikir, “Aku benar-benar bikin kacau.” Sebaliknya, katakanlah, “Bukan seperti itu yang kuinginkan. Lain kali, aku tahu apa yang sebaiknya kuperbuat.
C.    Karakter Orang yang Percaya Diri
1.      Percaya Diri Berarti Tahan Banting
Jika kamu percaya diri, maka kamu akan lebih tahan terhadap berbagai tekanan, karena punya tempat berpijak dan cara berpikir yang kokoh dan kuat.
2.      Percaya Diri Berarti Mampu Mengontrol
Percaya diri kamu dibangun dengan berlatih untuk mengontrol berbagai hal. Dengan tingkat percaya diri yang makin baik, kamu akan lebih mampu mengontrol berbagai hal. Dengan percaya diri yang lebih tinggi, kamu akan mampu mengontrol berbagai aspek dari kehidupan kamu.
Dengan mampu mngontrol berbagai aspek diri pribadi kamu, kamu akan lebih jernih dalam melihat dan mengatur tujuan dan sasaran pribadi kamu. Dengan kejelasan dalam tujuan dan sasaran kamu, maka kamu akan lebih mampu dalam mengarahkan perilaku kamu menuju kepada keberhasilan kamu.
3.      Percaya Diri Berarti Success Oriented
Dengan percaya diri, kamu menggeser fokus diri dari jebakan ketakutan akan kegagalan dan kerugian, ke cara pandang yang optimis tentang berbagai kesempatan dan keberhasilan. Kamu akan menjadi orang yang success oriented.
4.      Percaya Diri Berarti Hidup Sistematis
Sistematis berarti efisien dan efektif. Dengan percaya diri, kamu akan bertindak. Dan bertindak atas dasar percaya diri, akan membuat kamu mampu mengambil keputusan dan menentukan pilihan. Dengan kemampuan itu, tindakan kamu akan tepat, akurat, efisien dan efektif.
5.      Percaya Diri Berarti Peningkatan Kemampuan Belajar
Hidup kamu adalah sekolah kamu. Cara belajar kamu mengikuti dua pola, yaitu shaping alias pembentukan dan modelling alias telada. Percaya diri akan membuat kamu menjadi orang yang lebih mampu dalam melakukan self development, pengembangan dan perbaikan, dan lebih mampu dalam mengambil suri teladan serta melakukan berbagai inovasi sebagai kelanjutannya.
6.      Percaya Diri Berarti Yakin Akan Fungsi Diri
Dengan percaya diri, kamu akan lebih yakin bahwa keseluruhan diri kamu akan berfungsi dengan baik. Dengan percaya diri kamu akan mampu mendorong diri kamu untuk total, maksimal dan optimal. Dengan semua itu, kamu akan mencapai kemandirian dan kemerdekaan.
Orang yang terlalu percaya diri memiliki karakter sebagai berikut.
a.       Arogan
Orang yang terlalu percaya diri tidak pernah mau mengalah pada orang lain dan mau menang sendiri. Misalnya dalam perlombaan, ia merasa tidak ada lagi yang bisa menghalanginya untuk menjadi juara.
b.      Cuek dan tidak tahu malu
Misalnya, berpakaian semaunya tanpa memperhatikan norma dan aturan yang berlaku. Orang seperti ini bangga jika menerobos antrean dan merusak barang milik orang lain tanpa rasa bersalah.
c.       Tidak menghargai dan melecehkan orang lain
Misalnya, tidak mau mendengar pendapat orang lain karena merasa tidak berbobot, atau melintas di depan orang lain tanpa permisi karena merasa tidak perlu meminta izin.
d.      Terlalu berani
Misalnya, menantang orang tua, atau mengebut di jalan raya tanpa rasa takut akan mengalami kecelakaan.
Orang yang kurang percaya diri memiliki karakter sebagai berikut.
a.       Minder
Orang yang kurang percaya diri selalu merasa kurang dari orang lain. Misalnya, tidak mau makan bersama karena merasa tidak pantas, atau tidak malu belaja bersama karena khawatir terlihat bodoh.
b.      Kesepian
Orang yang kurang percaya diri seringkali menolak beraktivitas bersama orang lain. Leh karena itu, ia sering merasa kesepian.
c.       Terasing
Berbagai sikap dan anggapan bahwa dirinya berbeda, lebih rendah dari orang lain, atau sulit untuk melakukan seperti apa yang dilakukan orang lain membuat orang yang kurang percaya diri merasa terasing dari orang di sekitarnya. Misalnya, ketika berada dalam diskusi kelompok, ia merasa berbeda karena tidak memiliki kemampuan berbicara seperti temannya dalam kelompok. Mungkin, ia merasa bukan bagian dari teman-teman atau kelompoknya.
d.      Stres
Orang yang kurang percaya diri merasa dirinya selalu memiliki kekurangan dan memandang orang lain penuh dengan kelebihan. Penilaian tersebut membuatnya sering merasa tertekan.
e.       Gugup dan sering salah dalam mengambil keputusan
Berbagai anggapan dan penilaian pribadi yang keliru seringkali membuat orang yang kurang percaya diri menjadi salah dalam bertingkah.
D.    Macam-Macam Percaya Diri
Ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede/percaya diri ada empat macam sebagai berikut
1.      Self-Concept
Bagaimana kamu menimpulkan diri kamu secara keseluruhan, bagaimana kamu melihat potret diri kamu secara keseluruhan, bagaimana kamu mengkonsepsikan diri kamu secara keseluruhan.
2.      Self-esteem
Sejauh mana kamu punya perasaan positif terhadap diri kamu, sejauh mana kamu punya sesuatu yang kamu rasakan bernilai atau berharga dari diri kamu, sejauh mana kamu menyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri kamu.
3.      Self efficacy
Sejauh mana kamu punya keyakinan atas kapasitas yang kamu miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self efficacy. Atau juga, sejauh mana kamu meyakini kapasitas kamu dibidang kamu dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.
4.      Self-confidence
Sejauh mana kamu punya keyakinan terhadap penilaian kamu atas kemampuan kamu dan sejauh mana kamu bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari selft esteem dan self efficacy.
Berdasarkan paparan tentang percaya diri, kita juga bisa membuat kesimpulan bahwa percaya diri adalah kondisi mental atau psikologis seseorang, di mana individu dapat mengevaluasi keseluruhan dari dirinya sehingga memberi keyakinan kuat pada kemampuan dirinya untuk melakukan tindakab dalam mencapai berbagai tujuan di dalam hidupnya.
E.     Akibat Kurang Percaya Diri
Ketika ini dikaitkan dengan praktik hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan diri rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa/bersikap sebagai berikut:
1.      Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh.
2.      Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive.
3.      Mudah frustasi atau give up ketika menghadapi masalah atau kesulitan.
4.      Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah.
5.      Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal).
6.      Canggung dalam menghadapi orang.
7.      Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampua mendengarkan yang menyakinkan.
8.      Sering memiliki harapan yang tidak realistis.
9.      Terlalu perfeksionis.
10.  Terlalu sensitif (perasa).

Sebaliknya, orang yang mempunyai kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.