Memang tidak salah jika Jogja disebut sebagai kota seni dan budaya. Baru-baru ini terdapat wahana wisata baru bertema kesenian di Jogja. Bukan sembarang kesenian karena menampilkan lukisan-lukisan unik. Ya, lukisan 3 dimensi yang menjadi objek yang dipamerkan.
Museum lukisan 3D sebenarnya seperti lukisan-lukisan pada umumnya. Namun yang membuat berbeda adalah objek yang ada di lukisan tampak seperti asli sehingga menyebabkan tampak seperti ada objek aslinya. Museum ini terdapat di XT Square yang merupakan arena kerajinan dan kuliner yang beralamatkan di Jl Veteran, Pandean, Umbulharjo. Museum 3D berada di De`Mata ~ Trick Eye Museum, yang letaknya di basement Gedung Umar Kayam.
Berikut beberapa foto dari lukisan-lukisan yang ada di Museum Trick Eye 3D De`Mata.
Rabu, 11 Februari 2015
Rabu, 04 Februari 2015
Air Terjun Parang Ijo Karanganyar
Bagi yang gemar wisata alam, Air Terjun Parang Ijo bisa menjadi rekomendasi tujuan Anda berikutnya. Lokasinya berada di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Girimulyo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Legenda
Sebelum masuk ke inti cerita, ada baiknya kita mengenal dahulu asal muasal Air Terjun Parang Ijo. Menurut cerita dari warga, air terjun ini dulunya sebuah dusun. Di dusun tersebut terdapat pohon tua yang begitu besar dengan dedaunan hijau nan rindang. Pohon ini dianggap keramat oleh warga setempat karena sulit ditebang.
Namun, keberadaan pohon keramat ini tidak bertahan lama. Pohon besar yang selalu sulit ditebang tersebut akhirnya tumbang akibat banjir bandang. Warga setempat menyebut banjir besar itu dengan sebutan Baru Klinting.
Seiring berjalannya waktu, pohon besar tersebut ternyata kembali berdiri kokoh dan mendiami tempat baru. Posisinya terletak diantara tebing (parang), hingga menciptakan aliran air yang meluncur dari atas tebing menuju lembah melalui batang-batangnya. Aliran air yang mengalir secara terus-menerus, menjadikan pohon tersebut semakin menghijau dan ditumbuhi lelumutan.
Bencana kembali datang, pada 1982 Baru Klinting kembali menerjang kawasan di mana pohon keramat tumbuh lagi. Banjir bandang kali ini benar-benar memusnahkan pohon di antara parang tersebut. Akibatnya, aliran air yang mulanya melewati bebatangan pohon, kini terjun ke bawah tanpa perantara apapun hingga membentuk aliran semacam air terjun yang kini dikenal dengan nama Parang Ijo. Jadi, Parang ijo adalah parang berwarna hijau diantara dua tebing.
Bagaimana menuju ke tempat wisata Air Terjun Parang Ijo?
Untuk menuju Air Terjun Parang Ijo cukup mudah. Anda bisa menggunakan berbagai moda transportasi, seperti mobil, bus, kereta api, ataupun pesawat. Intinya, Anda sampai di Kota Solo dulu. Baru setelah itu, melanjutkan ke tempat tujuan.
Kalau sudah sampai di Kota Solo, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Parang Ijo menggunakan bus jurusan Tawangmangu atau Matesih melalui Terminal Tirtonadi dan turun di Terminal Karangpandan. Lalu di terminal ini berganti dengan bis kecil berwarna biru dengan trayek Karang Pandan - Ngargoyoso - Kerjo, turun di pertigaan Nglorok.
Dari pertigaan Nglorok ambil belokan ke kiri, ke arah Candi Cetho. Perjalanan selanjutnya menempuh jalan beraspal sejauh sekitar 2 km hingga tiba di pos pemungutan restribusi. Bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan, bisa berjalan kaki. Tapi jika ingin cepat sampai, maka ojek bisa mengantar Anda hingga tempat tujuan dengan tarif resmi dan terjangkau.
Tidak jauh dari pos retibusi, terdapat pertigaan yang kalau lurus menuju ke Air Terjun Jumog dan Candi Sukuh. Sedangkan belok kiri menuju ke Candi Cetho dan Air Terjun Parang Ijo. Ambil belokan kiri dan terus ikuti hingga tiba di lokasi air terjun berada.
Tiket dan Parkir
Begitu sampai pintu masuk Air Terjun Parang Ijo, Anda harus membayar karcis Rp4 ribu per orang untuk dewasa dan Rp3.500 untuk anak-anak. Tidak banyak tangga yang harus dinaiki untuk mencapai lokasi air terjun. Pemandangannya pun cukup memuaskan, asri, tenang dan sangat tepat untuk tempat menenangkan diri. dan parkir Rp. 1000,-
Seperti objek wisata pegunungan lainnya, Air Terjun Parang Ijo juga memiliki udara segar dan sejuk dengan suhu kisaran 5-10 derajat celcius.
Bagaimana dengan fasilitasnya?
Fasilitas di tempat wisata ini tidak kalah lengkap dan menarik dibandingkan dengan lainnya. Mulai dari permainan, tempat ibadah, homestay dan warung penjaja makanan. Jika ingin sedikit menantang nyali, Anda bida mencoba flying fox dengan tarif Rp10 ribu per orang. Ada juga gardu pandang dan kolam renang khusus untuk anak-anak. Tarif kolam renang hanya Rp2 ribu per anak.
Menurut saya, tidak ada jajanan yang spesial atau khas di Air Terjun Parang Ijo ini. Anda akan dengan mudah menemukan makanan seperti mie goreng, nasi goreng,snack, minuman kemasan, dan lain sebagainya. Walaupun tidak ada yang khas, tapi setidaknya makanan tersebut bisa mengganjal perut selama perjalanan.
selamat mencoba, selamat berlibur... Happy traveling dan have fun.....
Legenda
Sebelum masuk ke inti cerita, ada baiknya kita mengenal dahulu asal muasal Air Terjun Parang Ijo. Menurut cerita dari warga, air terjun ini dulunya sebuah dusun. Di dusun tersebut terdapat pohon tua yang begitu besar dengan dedaunan hijau nan rindang. Pohon ini dianggap keramat oleh warga setempat karena sulit ditebang.
Namun, keberadaan pohon keramat ini tidak bertahan lama. Pohon besar yang selalu sulit ditebang tersebut akhirnya tumbang akibat banjir bandang. Warga setempat menyebut banjir besar itu dengan sebutan Baru Klinting.
Seiring berjalannya waktu, pohon besar tersebut ternyata kembali berdiri kokoh dan mendiami tempat baru. Posisinya terletak diantara tebing (parang), hingga menciptakan aliran air yang meluncur dari atas tebing menuju lembah melalui batang-batangnya. Aliran air yang mengalir secara terus-menerus, menjadikan pohon tersebut semakin menghijau dan ditumbuhi lelumutan.
Bencana kembali datang, pada 1982 Baru Klinting kembali menerjang kawasan di mana pohon keramat tumbuh lagi. Banjir bandang kali ini benar-benar memusnahkan pohon di antara parang tersebut. Akibatnya, aliran air yang mulanya melewati bebatangan pohon, kini terjun ke bawah tanpa perantara apapun hingga membentuk aliran semacam air terjun yang kini dikenal dengan nama Parang Ijo. Jadi, Parang ijo adalah parang berwarna hijau diantara dua tebing.
Bagaimana menuju ke tempat wisata Air Terjun Parang Ijo?
Untuk menuju Air Terjun Parang Ijo cukup mudah. Anda bisa menggunakan berbagai moda transportasi, seperti mobil, bus, kereta api, ataupun pesawat. Intinya, Anda sampai di Kota Solo dulu. Baru setelah itu, melanjutkan ke tempat tujuan.
Kalau sudah sampai di Kota Solo, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Air Terjun Parang Ijo menggunakan bus jurusan Tawangmangu atau Matesih melalui Terminal Tirtonadi dan turun di Terminal Karangpandan. Lalu di terminal ini berganti dengan bis kecil berwarna biru dengan trayek Karang Pandan - Ngargoyoso - Kerjo, turun di pertigaan Nglorok.
Dari pertigaan Nglorok ambil belokan ke kiri, ke arah Candi Cetho. Perjalanan selanjutnya menempuh jalan beraspal sejauh sekitar 2 km hingga tiba di pos pemungutan restribusi. Bagi Anda yang ingin menikmati pemandangan, bisa berjalan kaki. Tapi jika ingin cepat sampai, maka ojek bisa mengantar Anda hingga tempat tujuan dengan tarif resmi dan terjangkau.
Tidak jauh dari pos retibusi, terdapat pertigaan yang kalau lurus menuju ke Air Terjun Jumog dan Candi Sukuh. Sedangkan belok kiri menuju ke Candi Cetho dan Air Terjun Parang Ijo. Ambil belokan kiri dan terus ikuti hingga tiba di lokasi air terjun berada.
Tiket dan Parkir
Begitu sampai pintu masuk Air Terjun Parang Ijo, Anda harus membayar karcis Rp4 ribu per orang untuk dewasa dan Rp3.500 untuk anak-anak. Tidak banyak tangga yang harus dinaiki untuk mencapai lokasi air terjun. Pemandangannya pun cukup memuaskan, asri, tenang dan sangat tepat untuk tempat menenangkan diri. dan parkir Rp. 1000,-
Seperti objek wisata pegunungan lainnya, Air Terjun Parang Ijo juga memiliki udara segar dan sejuk dengan suhu kisaran 5-10 derajat celcius.
Bagaimana dengan fasilitasnya?
Fasilitas di tempat wisata ini tidak kalah lengkap dan menarik dibandingkan dengan lainnya. Mulai dari permainan, tempat ibadah, homestay dan warung penjaja makanan. Jika ingin sedikit menantang nyali, Anda bida mencoba flying fox dengan tarif Rp10 ribu per orang. Ada juga gardu pandang dan kolam renang khusus untuk anak-anak. Tarif kolam renang hanya Rp2 ribu per anak.
Menurut saya, tidak ada jajanan yang spesial atau khas di Air Terjun Parang Ijo ini. Anda akan dengan mudah menemukan makanan seperti mie goreng, nasi goreng,snack, minuman kemasan, dan lain sebagainya. Walaupun tidak ada yang khas, tapi setidaknya makanan tersebut bisa mengganjal perut selama perjalanan.
selamat mencoba, selamat berlibur... Happy traveling dan have fun.....
Air Terjun Jumog Karanganyar
Hai..,,
kali ini saya akan sedikit bercerita tentang obyek wisata alam. Bagi yang suka
dengan alam-alam mari ikutin terus tulisan ini. Dan kali ini adalah, Air terjun
Jumog. Yyuuppss air terjun Jumog yang berada di kabupaten karanganyar, tepatnya
di Desa
Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Jika anda dari Solo, anda bisa menuju ke jurusan Tawangmangu yang
berjarak kurang lebih 40 Km dari Solo. Pemandangan Air Terjun Jumog memang
sangat mengagumkan, sumber air berasal dari lereng Gunung Lawu.
Aksesbilitas
Berjarak
sekitar 40 km ke arah timur Solo. Jika berangkat dari arah Solo menuju
Tawangmangu. Di pertigaan selepas Pasar Karangpandan, ambillah jalur ke kiri ke
arah Ngargoyoso. Jalur ke kanan adalah jalur ke Tawangmangu.
Bagi
pengguna kendaraan umum dapat menggunakan bis umum dari Solo ke terminal
Karangpandan (arah ke Tawangmangu) dengan tarif sebesar Rp 5000/orang ,
dilanjutkan naik bis kecil ke Nglorog (Candi Sukuh/Air Terjun Jumog) atau
terminal Kemuning (Candi Cetho) dengan tarif sebesar Rp 2000/orang.
Selanjutnya naik ojek karena tidak ada kendaraan umum menuju lokasi candi/air
terjun. Tarif ojek sudah tercantum, sekitar Rp 50000 pp, tapi masih bisa dinego.
Selanjutnya
dari tempat parkir air terjun ini berjarak sekitar 400 m dengan berjalan kaki
melewati jalan setapak berbentuk tangga turun. Jalan setapak menuju ke
air terjun ini sudah tertata baik dengan material batu semen.
Tiket
Tiket
masuk adalah Rp 3.000 per orang dan dikelola secara swadaya oleh
masyarakat. Parkir kendaraan roda dua adalah Rp 1000.
Fasilitas dan Akomodasi
Fasilitas
yang ditawarkan di tempat wisata ini cukup lengkap antara lain arena permainan
anak, kolam renang, gazebo, rest area, rumah makan dan
panggung hiburan. Juga terdapat akomodasi sebuah cottage dan beberapahome stay sekitar 1 km dari lokasi air terjun
dengan kisaran harga sewa mulai
Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribuan per
malam. Di lokasi ini banyak
dijumpai penjual sate ayam dan sate kelinci, makanan khas daerah tersebut.
Kalibiru dan Waduk Sremo Kulonprogo
Kalibiru
Kulonprogo, yyuuppss kado ulang tahun yang ke 21. Meskipun kita belum tau jalan
pasti untuk sampai ke kalibiru, tapi tak apalah hajar saja... hehhehe
Arah ke Kalibiru dari Klaten
Kami
berangkat jam 9 pagi, untuk menghindari aktifitas lalu lintas yang kemungkinan
lebih padat. Berikut jalur yang kami lalui:
Jalan
Jogja Solo (Klaten) – Sampai Janti Jogjakarta ambil kiri- Ringroad (ambil jalan
ke arah Purworejo)- setelah habis ringroad, ambil kiri- jalan
wates/Purworejo-setelah terminal kecil, ada pertigaan ambil kanan ke arah
sermo- ikuti jalur beraspal, sampai jalan sampingnya tebing dan memasuki hutan,
di dalam hutan ada jalan bercabang ambil kiri, setelah keluar hutan ambil
kanan- kita akan melewati waduk sremo yang menjadi background di kalibiru- ikuti
jalan beraspal di tepi waduk, sampai ada petunjuk kalibiru untuk memasukki
desanya. Setelah masuk desanya, ikuti penunjuk arah ke kalibiru di jalur aspal
kecil tesebut-kalibiru.
Medan Jalan ke Kalibiru
Medan
jalan dari Klaten ke Kalibiru tidak begitu berat. Malah bisa dibilang
mulus-mulus saja. Hanja saja nanti kalau sudah mendekati area wisata, yaitu
setelah memasuki desa wisata tersebut medan mulai naik turun. Disarankan
pengemudi yang sudah mahir. Tanjakan lumayan tinggi, dan turunan lumayan curam khususnya
arah balik atau menuju ke waduk sremonya. Tidak begitu panjang medan krusialnya
sih, tapi rem harus bener-bener cakram. Keamanan number one, yyeeaahhh !!!
Harga Tiket Masuk Wisata Kalibiru
HTM
wisata Kalibiru masih tergolong murah, hanya Rp. 5000,- saja. Untuk wahana
flying fox dan jembatan gantung dihargai Rp. 25.000,-. Sedangkan untuk naik ke
papan kayu diatas pohon saja yang menjadi spot favorite untuk ambil photo
dengan background waduk sremo cukup Rp. 10.000,-. Jangan lupa sisain juga Rp.
2.000,- untuk parkir.
Dibalik Spot Favorite Kalibiru
Spot
yang diburu para travellers di Kalibiru pasti papan kayu yang dipasang diatas
ketinggian yang luar biasa. Sebelum kesana saya juga bayangi kalau untuk untuk
menaiki papan pohon tersebut pasti butuh ratusan anak tangga. Setelah kesana,
ga ada yang namanya ratusan anak tangga, yang ada hanya 20-an anak tangga untuk
mencapai papan kayu tersebut. Terus kenapa bisa kesan-nya seolah-olah tinggi
begitu? Tentu saja bisa, karena memang wisata kalibiru ini diatas perbukitan
yang menghadap view waduk sremo.
Pondok Penginapan Kalibiru
Di
kawasan wisata alam kalibiru disediakan beberapa pondok untuk menginap yang
disewakan. Tetapi fasilitas yang disediakan hanya kamar mandi dan tikar saja.
Untuk alas tidur yang nyaman, bantal dan yang lainnya silahkan bawa sendiri ya.
Kata pengelola, biasanya pondok penginapan ramai kalau pas tahun baru.
Waduk Sremo
Kamu
yang habis dari Kalibiru bisa langsung ke waduk sremo yaitu dengan cara turun
langsung, yaitu ke arah kiri dari
parkiran motor. Jalan-nya gampang ikuti jalan aspal saja. Sedikit turun nanti
sudah ada penunjuknya. Di waduk terlihat ada kapal yang sedang mengangkut
penumpangnya. Dan yang saya suka, di waduk sremo ini tidak ada tambak ikannya.
Jadi waduk terlihat bersih.
Ni foto-foto kemaren..,,
Aayyooww
pada nyusul ya...
Hehhehe...
Langganan:
Postingan (Atom)














.jpg)
.jpg)

.jpg)



















